
Senator AS Chris Murphy Dilarikan ke RS Akibat Stroke
12 menit yang lalu
Anggaran subsidi disiapkan agar bunga pembiayaan PNM Mekaar menjadi 8 persen flat per tahun.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,6 triliun untuk subsidi Program Pembiayaan PNM Mekaar atau Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) dengan suku bunga tetap (flat) 8 persen.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman mengatakan anggaran itu disiapkan sementara untuk menjalankan program kredit hingga akhir Desember 2026. Ia menyampaikannya usai Rapat Koordinasi Terbatas Kredit Pemberdayaan Perempuan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Menurut Maman, anggaran sekitar Rp2,6 triliun tersebut akan dikaji kembali. Kajian itu mempertimbangkan sisa waktu sekitar dua bulan untuk menentukan jumlah nasabah yang dapat dijangkau.
Program Pembiayaan PNM Mekaar menyasar perempuan dari keluarga berpendapatan rendah yang memiliki atau ingin merintis usaha mikro dan ultra mikro. Program ini memberikan pembiayaan produktif dengan suku bunga atau marjin 8 persen flat per tahun dan plafon hingga Rp15 juta per akad.
Menurut laporan yang sama, suku bunga 8 persen itu lebih rendah dari sebelumnya yang berada di kisaran 18 persen hingga 25 persen per tahun. Program dengan bunga baru tersebut mulai dijalankan pada pekan kedua November 2026.
Maman menerangkan bahwa pelaksanaan program ini meleset dari target awal karena pemerintah lebih dulu melakukan uji coba. Uji coba itu melibatkan sekitar 2.000-an nasabah, lalu hasilnya dievaluasi sebelum program diterapkan pada November.
Maman menjelaskan alasan jadwal bergeser. “Karena kan kita mau uji coba lapangan dulu, jadi tidak langsung semuanya kita implementasikan,” ujarnya. Ia menyebut uji coba tersebut menghasilkan beberapa catatan yang sudah dievaluasi.
Maman juga memastikan bahwa program Pembiayaan PNM Mekaar dengan bunga flat 8 persen akan berlaku secara permanen.