
Bahlil Kaji Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi
12 menit yang lalu
PGN LNG Indonesia menerima 25 kargo LNG setara 67,24 juta MMBTU hingga triwulan ketiga 2026.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, PT PGN LNG Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menerima 25 kargo LNG atau setara 67,24 juta MMBTU hingga triwulan ketiga 2026. Penerimaan itu disebut sebagai upaya memperkuat pasokan energi nasional.
Direktur Utama PGN LNG Indonesia Nofrizal dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026), menyebut volume penyaluran gas eks LNG tercatat 65,01 juta MMBTU. Angka tersebut tumbuh 34,72 persen secara tahunan.
"Kinerja operasional positif ini mempertegas komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan dan keandalan pasokan energi nasional secara berkelanjutan," ujarnya.
Nofrizal menambahkan, capaian operasional per September mencerminkan komitmen PGN LNG dalam memenuhi kebutuhan energi bersih. Kinerja tersebut ditopang fasilitas penyimpan dan regasifikasi terapung, yakni Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung.
Menurut laporan yang sama, FSRU Lampung beroperasi optimal dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan yang ketat. Hal itu dibuktikan dengan pencapaian jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja.
"Pasokan gas hasil regasifikasi ini tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan energi sektor pembangkit listrik dan industri strategis, tetapi juga menjaga kontinuitas pasokan gas bumi untuk mendukung stabilitas kegiatan ekonomi, pertumbuhan industri dalam negeri, serta pengembangan solusi energi yang lebih bersih di Indonesia," lanjut Nofrizal.
Ketersediaan pasokan gas bumi yang berkelanjutan disebut turut mendukung agenda hilirisasi nasional karena memenuhi kebutuhan energi bagi pengolahan sumber daya dalam negeri. Kondisi itu juga dinilai meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan daya saing industri nasional.
Selain melayani konsumen skala besar, PGN LNG selaku anak usaha Subholding Gas Pertamina terus mengembangkan infrastruktur dan layanan regasifikasi. Pengembangan itu mencakup pemanfaatan pabrik LNG skala kecil dan likuefaksi mini.
"Langkah ini bertujuan untuk memperluas pemerataan penyediaan gas atau regasifikasi di seluruh Indonesia," sebut Nofrizal.
Melalui penguatan rantai pasok dan keandalan layanan LNG, PGN LNG menyatakan siap mendukung agenda pemerintah menjaga ketahanan energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Perusahaan juga menyatakan siap mempercepat transisi energi menuju target emisi nol bersih pada 2060.