
Jin Jiang Siapkan Hotel Baru di Jakarta
15 menit yang lalu
Penyaluran KUR tumbuh, sementara pembiayaan Ultra Mikro di Kalbar menurun.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Barat mencapai Rp4,51 triliun hingga September 2026, tumbuh 40,32 persen secara tahunan. Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalimantan Barat Triyanto menyebut pertumbuhan terjadi pada nilai pembiayaan dan jumlah debitur.
Triyanto menyampaikan keterangan tersebut di Pontianak. Realisasi KUR itu menjangkau 51.401 orang, meningkat 19,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Triyanto mengatakan pertumbuhan penyaluran tercatat di seluruh sektor penerima KUR. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor real estat, persewaan, dan jasa perusahaan, yang naik 2.254,17 persen.
Dari sisi penyalur, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat nilai penyaluran KUR terbesar, yakni Rp2.330,96 miliar. Kota Pontianak menjadi wilayah dengan penyaluran tertinggi sebesar Rp582,7 miliar.
Setelah Pontianak, penyaluran KUR tertinggi tercatat di Kabupaten Kubu Raya sebesar Rp555,18 miliar dan Kabupaten Ketapang sebesar Rp496,01 miliar. Angka-angka tersebut merupakan realisasi yang dicatat DJPb Kalbar.
Berbeda dengan KUR, penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalbar tercatat Rp90,08 miliar hingga 2026, turun 36,14 persen secara tahunan. Jumlah debiturnya berkurang 46,50 persen menjadi 15.451 orang, sementara penyaluran didominasi Permodalan Nasional Madani sebesar Rp83,30 miliar.
Penyaluran UMi tertinggi tercatat di Kota Pontianak sebesar Rp12,04 miliar, Kabupaten Mempawah Rp10,90 miliar, dan Kabupaten Kubu Raya Rp10,61 miliar. Laporan ANTARA menyebut penurunan UMi berpotensi mengindikasikan sebagian debitur beralih ke KUR seiring peningkatan kapasitas usaha dan kesiapan pelaku UMKM untuk naik kelas.
Triyanto mengatakan kedua skema pembiayaan itu diharapkan mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta memperkuat perekonomian daerah.