
Rumah Jiwa Dukung Pemulihan Pasien ODGJ
10 menit yang lalu
Lembaga baru akan mengoordinasikan respons bencana dan membantu pemerintah daerah menghadapi risiko gempa serta cuaca ekstrem.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Pemerintah Jepang membentuk Badan Penanganan Bencana Nasional untuk memperkuat respons darurat dan mengurangi dampak bencana. Lembaga baru itu diumumkan berdiri pada Senin (2/11/2026).
Badan tersebut berkantor pusat di Tokyo dan akan membentuk sejumlah pusat komando regional untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Lokasi pusat komando direncanakan ditentukan pada musim panas 2027, dengan target seluruh kantor wilayah beroperasi penuh mulai Juli 2028.
Sekretaris Kabinet Utama Jepang Minoru Kihara mengumumkan pembentukan lembaga itu dalam konferensi pers di Tokyo pada Senin. Badan tersebut dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Menteri Rekonstruksi Goshi Hosono juga ditunjuk merangkap sebagai Menteri Penanganan Bencana. Menurut laporan yang sama, ia berwenang memberi rekomendasi kepada kementerian dan lembaga lain, dan instansi yang dinilai belum menangani bencana secara memadai wajib mematuhinya.
Lembaga itu akan menangani mitigasi gempa, hujan berintensitas tinggi, dan letusan gunung berapi. Ancaman gempa yang menjadi perhatian mencakup Palung Nankai, Palung Jepang, Palung Chishima, serta kawasan metropolitan Tokyo.
ANTARA menyebut tantangan lembaga tersebut mencakup perluasan bantuan bagi pemerintah kota dan distrik yang terkendala anggaran serta kekurangan tenaga ahli kebencanaan. Gempa besar di Palung Nankai atau Tokyo diproyeksikan dapat meningkatkan jumlah pengungsi.
Badan itu juga ditugaskan membenahi standar tempat penampungan, mencegah kematian tidak langsung setelah bencana, dan menyalurkan kebutuhan pokok. Tugasnya mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak, termasuk Semenanjung Noto yang dilanda gempa pada awal 2024 dan Prefektur Kumamoto yang diguncang gempa bermagnitudo 7,1 pada Juli 2026.
Laporan yang sama menyebut banjir parah di kawasan perkotaan akibat cuaca ekstrem akan menjadi perhatian lembaga tersebut. Salah satu peristiwa yang menjadi contoh terjadi di Prefektur Chiba, dekat Tokyo, pada Agustus lalu.