
Polda Jabar Siapkan Sanksi bagi Anggota Pelanggar Larangan Vape
13 menit yang lalu
Aktivitas gelombang atmosfer, suhu laut hangat, dan kondisi atmosfer mendukung pembentukan awan hujan.
Terbit · 1 min read

BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Jawa Barat pada 2-5 November 2026. Menurut laporan ANTARA, Kepala BMKG Bandung Suaidi Ahadi menyebut beberapa fenomena atmosfer mendukung peningkatan pertumbuhan awan konvektif dan curah hujan.
Prakiraan tersebut berlaku untuk wilayah Jawa Barat selama empat hari, mulai Senin (2/11/2026) hingga Kamis (5/11/2026). Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi secara lokal dan berdurasi singkat.
Suaidi menjelaskan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Kelvin diprakirakan aktif secara spasial di Jawa Barat. Kondisi itu berkontribusi pada proses pembentukan awan hujan.
Menurut laporan yang sama, suhu muka laut yang relatif hangat menjadi sumber pasokan uap air. Pertumbuhan awan konvektif setempat juga didukung labilitas atmosfer kategori ringan hingga kuat.
Pada Senin (2/11/2026), potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang mencakup Kabupaten dan Kota Bogor, Purwakarta, Subang, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
Pada Selasa (3/11/2026), potensi tersebut meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, serta Pangandaran. Pada Rabu (4/11/2026), wilayah yang disebut berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat adalah Kabupaten dan Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bandung, serta Garut.
Untuk Kamis (5/11/2026), potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Sukabumi. BMKG juga mengingatkan bahwa perubahan kondisi cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait mewaspadai hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat diminta mengenali risiko di lingkungan masing-masing, tetap tenang dan siaga, serta mengikuti arahan dan protokol evakuasi pemerintah daerah jika terjadi bencana.