
Jadarite Serbia Berpotensi Jadi Sumber Litium
10 menit yang lalu
Tiga usaha binaan Pertamina mengembangkan pasar dan membuka peluang penghasilan bagi warga yang terlibat.
Terbit · 2 min read

Laporan CNBC Indonesia mengisahkan tiga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pertamina yang berkembang dengan dukungan pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar. Usaha-usaha tersebut bergerak di bidang kerajinan kain, perhiasan, serta kerajinan mutiara dan suvenir.
Ketiganya berasal dari Jawa Tengah, Surabaya, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Laporan terbit pada 6 November 2026, tetapi tidak menetapkan tanggal perkembangan usaha secara umum; materi menyebut Citra Blacu dirintis pada 2004, sedangkan Lombok Mulya Craft bergabung sebagai mitra binaan pada 2021.
Citra Blacu dirintis Retno pada 2004 dengan mengolah kain blacu menjadi produk sederhana. Usaha itu kemudian memproduksi beragam fesyen, dekorasi rumah, dan suvenir dari limbah kain.
Menurut laporan CNBC Indonesia, dukungan pembiayaan dan pemasaran Pertamina membantu Retno membangun ruang kerja yang juga digunakan untuk belajar. Retno mengatakan bahwa pinjaman itu membantunya membangun ruang kerja sendiri yang digunakan untuk produksi dan pelatihan; kegiatan belajar di sana pernah diikuti hingga 40 siswa.
Artistica Jewelry, usaha perhiasan asal Surabaya yang mengekspor produk ke lebih dari 10 negara, menghadapi tantangan memperkenalkan perhiasan perak di pasar dalam negeri. Melalui pembinaan Pertamina, usaha yang didirikan Stefanus itu mendapat pendampingan untuk memahami kebutuhan pasar lokal dan mengembangkan cincin pernikahan berbahan perak.
Laporan yang sama menyebut Artistica Jewelry memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Stefanus mengatakan bimbingan Pertamina mendorong usahanya memasuki pasar cincin pernikahan dan mengurus sertifikasi halal untuk membangun kepercayaan konsumen di Indonesia.
Lombok Mulya Craft, usaha kerajinan mutiara dan suvenir yang dirintis Mulyadi pada 2010, mengalami penurunan pesanan ketika pariwisata terhenti saat pandemi. Setelah bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina pada 2021, usaha itu dipercaya menyediakan suvenir untuk ajang World Superbike di Sirkuit Pertamina Mandalika pada tahun pertamanya.
Mulyadi mengatakan pesanan tersebut menghidupkan kembali produksi dan memberi dampak kepada perajin yang terlibat. Produk Lombok Mulya Craft kini juga digunakan sebagai suvenir di luar negeri, sementara pertumbuhan usaha disebut membuka peluang penghasilan bagi perajin dan peternak mutiara lokal.
Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan akses pasar menjadi tantangan bagi banyak UMKM. Menurut laporan yang sama, Pertamina memperkuat pendampingan melalui promosi dan fasilitasi pameran; Baron menyebut pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar sebagai dukungan untuk meningkatkan daya saing serta memperluas peluang usaha.