
Jadarite Serbia Berpotensi Jadi Sumber Litium
17 menit yang lalu
Brik menilai kepergian tenaga ahli mengancam sumber daya manusia dan fondasi Israel.
Terbit · 1 min read

Mantan jenderal militer Israel Itzhak Brik menilai kepergian dokter, ilmuwan, insinyur, dan tenaga profesional lain menjadi ancaman bagi negaranya. Menurut laporan iNews.id, Brik menyebut fenomena itu bagian dari perang saudara senyap yang menggerogoti Israel dari dalam.
Laporan tersebut menyebut Brik berpangkat mayor jenderal purnawirawan. Pandangannya dimuat dalam artikel opini di surat kabar Maariv.
Brik menilai Israel tidak hanya menghadapi polarisasi politik. Menurut dia, perpecahan masyarakat dan hengkangnya tenaga ahli mengancam fondasi negara yang dibangun selama puluhan tahun.
Dalam opini itu, Brik menyebut dokter, ilmuwan, pengusaha teknologi, dan kalangan profesional terampil memilih meninggalkan Israel. Ia menilai eksodus tersebut menguras sumber daya manusia yang menjadi salah satu kekuatan utama negara itu.
Peringatan Brik disertai temuan penelitian Universitas Tel Aviv yang dipublikasikan pada September 2026. Penelitian itu mencatat sekitar 1.370 dokter meninggalkan Israel sepanjang 2023–2025 untuk tinggal di luar negeri setidaknya selama satu tahun.
Menurut laporan iNews.id, jumlah tersebut 94 persen lebih tinggi dibandingkan periode tiga tahun serupa pada 2013–2015. Angka itu merujuk pada dokter yang pergi dalam rentang waktu yang dicakup penelitian.
Rinciannya, sebanyak 416 dokter pergi pada 2023 dan 530 dokter pada 2024. Sekitar 419 dokter lainnya meninggalkan Israel pada 2025, menurut data penelitian yang dikutip laporan tersebut.