
KPK Periksa Dua Saksi Swasta soal Aliran Uang Haniv
9 menit yang lalu
Kebutuhan batu bara PLTU pada 2027 diperkirakan 174 juta ton, sementara pasokan dan harga menjadi tantangan.
Terbit · 1 min read

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkirakan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pada 2027 berada di kisaran 174 juta ton. Menurut laporan ANTARA, Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyampaikan perkiraan itu di Jakarta dalam acara Minerba Convex 2026, Selasa (3/11/2026).
Dari jumlah tersebut, sekitar 89 juta ton merupakan batu bara kalori menengah. Rakhmad mengatakan desain PLTU di Indonesia masih mengandalkan jenis batu bara itu untuk menghasilkan listrik.
Sementara itu, mayoritas cadangan batu bara Indonesia berkalori rendah. Rakhmad menyebut kondisi tersebut membuat kebutuhan pembangkit tidak sepenuhnya sesuai dengan pasokan yang tersedia.
Ia mengatakan cadangan batu bara kalori menengah yang tersisa secara teori sekitar 4,54 miliar ton. Cadangan batu bara kalori tinggi disebut sekitar 3,4 miliar ton, sedangkan batu bara kalori rendah tersedia dalam jumlah lebih banyak.
Untuk mengatasi ketidaksesuaian itu, PLN akan mencoba menyesuaikan desain PLTU agar dapat menggunakan batu bara kalori rendah. Rakhmad menyatakan perubahan tersebut membutuhkan waktu dan investasi; jika PLTU dimatikan, PLN perlu mempertimbangkan ketersediaan penggantinya.
Meski demikian, ia menyebut PLN berkomitmen menyesuaikan PLTU dengan ketersediaan batu bara dalam negeri.
Selain persoalan jenis batu bara, Rakhmad menyoroti kesenjangan harga. Menurut laporan yang sama, harga batu bara kalori tinggi yang dipasok penambang untuk PLN maksimal 70 dolar AS per ton untuk kalori 6.322 kilokalori per kilogram, sedangkan harga dengan kalori tersebut di pasar internasional sekitar 150 dolar AS per ton.
Rakhmad mengatakan kesenjangan harga juga terjadi pada batu bara kalori menengah dan rendah. Ia menyampaikan bahwa dirinya sedang berdiskusi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mendukung pemenuhan pasokan batu bara kalori menengah.