
Korlantas Layani Pembuatan SIM di Pesantren Tangerang
11 menit yang lalu
Festival membuka peluang promosi dan penjajakan bisnis bagi kopi Indonesia di pasar Swiss dan Eropa.
Terbit · 2 min read

Beragam kopi spesialti Indonesia yang dibawa Cademo Coffee dan Rayanna Roast dari Belanda serta Meramanis Coffee dari Jerman menarik minat pengunjung Swiss Coffee Festival 2026, menurut laporan ANTARA.
Festival berlangsung pada 31 Oktober-1 November 2026 di Swiss. Keikutsertaan Indonesia untuk keempat kalinya didorong Kedutaan Besar RI di Bern bersama Atase Perdagangan di Jenewa sebagai upaya mempromosikan produk unggulan Indonesia.
Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya mengatakan Indonesia ingin menjaga momentum peningkatan ekspor kopi agar tetap menjadi pemain utama kopi spesialti di Swiss. Dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar RI di Bern, ia juga meminta petani dan pelaku usaha menjaga orisinalitas serta keberlanjutan kopi Indonesia.
Kedutaan Besar RI mencatat nilai ekspor kopi Indonesia ke Swiss meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir dan mencapai angka tertinggi sekitar 32 juta dolar AS pada 2025. Festival tersebut menjadi sarana promosi kepada konsumen, pelaku industri, dan calon mitra bisnis di Swiss serta Eropa.
KBRI Bern melibatkan pelaku usaha yang telah memiliki jaringan distribusi dan akses pasar di Eropa. Ketiga peserta, Meramanis, Cademo, dan Rayanna, disebut berpengalaman mengimpor kopi Indonesia serta menjalankan usaha warung kopi di Belanda dan Jerman.
Nozky Danit dari Meramanis Coffee, yang memiliki warung kopi di Kota Cologne, Jerman, mengatakan kopi spesialti Indonesia semakin dikenal dan diterima masyarakat Eropa, khususnya di Jerman. Pengunjung festival dapat mencicipi kopi dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Flores.
Kopi arabika honey dari Jawa Barat dan liberika menjadi jenis yang paling diminati selama festival. Menurut laporan yang sama, liberika menarik perhatian karena jarang ditemukan di pasar kopi Swiss, sementara kopi arabika yang diproses dengan metode honey anaerobe diminati karena cita rasanya yang disebut ringan dan beraroma buah.
Ketiga peserta menjaring calon pembeli baru. Nozky menerima permintaan 10 ton kopi tanpa kafeina dan 300 kilogram biji kopi robusta; Rayanna menerima permintaan kopi arabika honey dari Jawa Barat, sedangkan Cademo menerima permintaan kopi Kintamani klasik.
Indonesia juga membawa tujuh sampel produk dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, dalam bentuk biji kopi mentah, kopi sangrai, dan kopi bubuk. Sampel itu mencakup kopi excelsa dari Lamas Coffee, yang menurut laporan tersebut menjadi satu-satunya produk jenis itu di festival.