
FPF Siapkan Penghormatan untuk Ronaldo
15 menit yang lalu
Pemerintah memantau dampak perubahan kendali Kongres AS dan indikator ekonomi global terhadap perekonomian.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Indonesia mengamati kemungkinan dampak kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan umum sela Amerika Serikat terhadap dinamika ekonomi global. Menurut laporan ANTARA, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Pemilu sela AS digelar pada 3 November 2026. Airlangga mengatakan pemerintah memantau perubahan kendali di Kongres AS, yang dapat berdampak pada kebijakan ekonomi dan geopolitik global.
Airlangga juga menyoroti sejumlah indikator ekonomi global. Suku bunga bank sentral AS, The Fed, berada di kisaran 3,75–4 persen, sementara imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun tercatat 4,86 persen.
Laporan yang sama menyebut inflasi global tahun ini sebesar 4,7 persen dan diproyeksikan melandai menjadi 4,1 persen pada tahun depan. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan sebesar 3,1 persen, lalu meningkat menjadi 3,4 persen pada tahun depan.
Pemerintah juga mencermati harga minyak mentah dunia yang sempat mencapai 117 dolar AS per barel pada akhir Oktober. Airlangga mengatakan gejolak harga energi masih dapat diserap oleh APBN.
Airlangga menyebut harga pembelian energi Indonesia berada di bawah 100 dolar AS, sekitar 93 dolar AS, dan gejolak harga energi hingga akhir tahun masih dapat diserap APBN, menurut laporan yang sama.
Menurut laporan yang sama, Partai Demokrat meraih sekitar 240–245 kursi Dewan Perwakilan Rakyat AS, sedangkan Partai Republik memperoleh sekitar 145–166 kursi. Dalam pemilihan senator, Demokrat mendapat 54 kursi dan Republik 44 kursi, sehingga Demokrat mengambil alih kendali kedua majelis dari Partai Republik yang menaungi Presiden Donald Trump.