
Polisi Dalami Motif Penembakan di Bangka Selatan
18 menit yang lalu
Pemanggilan petinggi korporasi dinilai Rosan dapat mendorong koordinasi Indonesia-Singapura terkait karhutla.
Terbit · 1 min read

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan hubungan bisnis dan peluang investasi Indonesia-Singapura tetap terbuka setelah Pemerintah Singapura memanggil petinggi 10 korporasi perkebunan dan kehutanan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut laporan iNews.id, Rosan menyampaikan pandangan itu seusai Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (29/10/2026), dan menilai langkah tersebut dapat menjadi momentum koordinasi kedua negara.
Pemanggilan berlangsung di Gedung The Treasury pada Rabu (28/10/2026). Para petinggi korporasi yang dipanggil berasal dari perusahaan yang terdaftar di Singapura, tetapi memiliki konsesi lahan atau entitas terafiliasi di Indonesia.
Rosan memandang penyelesaian persoalan lingkungan, termasuk karhutla, sebagai kepentingan bersama kedua negara.
“Kalau kami melihat untuk satu hal yang positif ya, untuk kepentingan yang sama, supaya hal-hal seperti karhutla dan lain-lain bisa terselesaikan dengan baik,” ujar Rosan.
Laporan yang sama menyebut pemanggilan dilakukan berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas (THPA).
Sejumlah perusahaan yang disebut terkait agenda itu antara lain Bumitama Agri, First Resources, Golden Agri-Resources, Wilmar International, Indofood Agri Resources, Kencana Agri, dan TSH Resources.
Grup Sinar Mas/Asia Pulp & Paper (APP) juga termasuk nama yang disebut dalam laporan. Naskah sumber tidak merinci seluruh 10 korporasi yang petingginya dipanggil.