
Jorge Martin Siap Hadapi MotoGP Qatar
17 menit yang lalu
Rupiah melemah pada perdagangan Jumat pagi, sementara analis memperkirakan pergerakan terbatas.
Terbit · 1 min read

Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.105 per dolar AS pada perdagangan Jumat (6/11/2026) pagi. Menurut laporan CNNIndonesia.com, rupiah turun 23 poin atau 0,13 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS pada perdagangan itu. Yuan China melemah 0,05 persen, peso Filipina 0,06 persen, ringgit Malaysia 0,30 persen, dolar Singapura 0,15 persen, dan yen Jepang 0,16 persen.
Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 0,16 persen dan dolar Hong Kong terapresiasi 0,04 persen terhadap dolar AS. Mata uang utama negara maju yang disebut dalam laporan tersebut kompak melemah.
Euro turun 0,08 persen, poundsterling Inggris terkoreksi 0,01 persen, dolar Australia melemah 0,05 persen, dolar Kanada turun 0,02 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,07 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah seiring meningkatnya sentimen penghindaran risiko di pasar global. Menurut laporan CNNIndonesia.com, sentimen itu berkaitan dengan perkembangan sektor kecerdasan buatan dan respons negatif investor terhadap hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat.
Lukman menilai pelemahan rupiah kemungkinan terbatas karena dukungan data produk domestik bruto Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan dan dirilis pada Kamis. Ia juga menyebut pelaku pasar akan mencermati data ketenagakerjaan nonpertanian Amerika Serikat pada Jumat malam.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS.