
Jadwal PSIM vs Dewa United di Super League
13 menit yang lalu
Pancaroba di Bali diperkirakan berlangsung dua hingga tiga dasarian, dengan potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com, BMKG memperkirakan masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan di Bali berlangsung sekitar 30 hari. Warga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Klimatologi Bali Aminudin Al Roniri mengatakan pancaroba diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga dasarian. Lamanya masa peralihan dapat berbeda di setiap wilayah, bergantung pada Zona Musim.
Aminudin menjelaskan kondisi atmosfer selama pancaroba tidak stabil karena terjadi transisi musim. Keadaan itu dapat memicu cuaca ekstrem yang berlangsung singkat dan berubah-ubah.
"Maka dari itu, potensi terjadinya bencana hidrometeorologi juga berpeluang tinggi, seperti tanah longsor, banjir, dan lain-lainnya," kata Aminudin, Kamis (5/11/2026), menurut laporan yang sama.
Laporan tersebut menyebut hujan deras dan angin kencang terjadi sejak Minggu (1/11/2026) hingga Senin (2/11/2026), mengakibatkan puluhan pohon tumbang serta longsor di sejumlah titik di Bali.
BMKG memperkirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada November dan Desember 2026. Sebanyak 24 persen luas daratan Indonesia diperkirakan memasuki musim hujan pada November dan 17 persen pada Desember.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan musim hujan rata-rata di Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian atau 20–30 hari akibat pengaruh El Nino. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (26/10/2026), menurut laporan yang sama.
BMKG menyebut sekitar 61 persen wilayah Indonesia mengalami kemunduran musim hujan. Musim hujan juga diperkirakan lebih singkat dengan curah hujan lebih lebat.