
Dasco Minta Kritik Asap Dijawab dengan Kerja Terukur
9 menit yang lalu
Rupiah turun 28 poin saat analis mengaitkan pelemahan dengan serangan terhadap fasilitas minyak Saudi.
Terbit · 1 min read

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 28 poin atau 0,15 persen menjadi Rp18.184 per dolar AS. Menurut laporan ANTARA, analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi mengaitkan pelemahan itu dengan serangan Ansarullah Yaman (Houthi) terhadap kilang minyak di Arab Saudi.
Pergerakan tersebut tercatat pada penutupan perdagangan Rabu (28/10/2026). Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp18.156 per dolar AS.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Rabu, Ibrahim mengatakan pihak berwenang Arab Saudi belum segera mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas yang berkapasitas 550 ribu barel per hari itu.
Menurut laporan yang sama, Ansarullah sebelumnya juga menyerang stasiun pemompaan di jalur pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Serangan-serangan tersebut disebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan rute ekspor alternatif. Pengiriman minyak melalui Selat Hormuz juga masih sangat terganggu akibat konflik lebih luas yang melibatkan Iran.
Di sisi lain, delegasi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan telah berbicara dengan pejabat Iran di Teheran. Mereka sepakat melanjutkan diskusi untuk memperkuat perdamaian dan keamanan kawasan, meski belum memperoleh hasil yang diinginkan.
Investor juga mencermati keputusan kebijakan Federal Reserve AS pada hari itu untuk memperoleh sinyal mengenai prospek ekonomi dan permintaan bahan bakar. Ibrahim mengatakan, “Harga minyak yang lebih tinggi dapat menambah tekanan inflasi, yang berpotensi mempersulit pilihan kebijakan bank sentral tersebut.”
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama melemah ke Rp18.183 per dolar AS dari Rp18.139 per dolar AS sebelumnya, menurut laporan ANTARA.