
Kemnaker Terbitkan Aturan BSU 2026
13 menit yang lalu
Perusahaan menargetkan pembiayaan Rp1,5 triliun pada 2027 dan akan berfokus pada produk SANY.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, SANY Indonesia Finance menargetkan penyaluran pembiayaan senilai sekitar Rp1,5 triliun pada 2027. CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda menyampaikan target itu saat peluncuran komersial perusahaan di Jakarta.
Target tersebut disampaikan dalam acara peluncuran pada Kamis (29/10/2026). Acara itu dihadiri Presiden Komisaris PT SANY Indonesia Finance Sanjay Ramchand, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal, perwakilan OJK Achmad Setya Rahmanta, serta jajaran manajemen SANY Group.
Bryan mengatakan target Rp1,5 triliun dihitung berdasarkan nilai pembiayaan yang disalurkan, bukan jumlah unit yang dibiayai. Menurutnya, variasi produk SANY membuat jumlah unit bukan indikator utama untuk mengukur target tersebut.
Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada hari yang sama, Bryan mengatakan, "Target kami pada 2027 adalah sekitar Rp1,5 triliun. Jadi jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan dengan penjualan produk SANY pada umumnya," menurut laporan yang sama.
Target itu mencakup seluruh produk SANY di Indonesia. Perusahaan belum berencana membiayai alat berat dari merek lain karena pembiayaannya difokuskan untuk melengkapi ekosistem bisnis SANY Group di Indonesia.
SANY Indonesia Finance memperoleh izin usaha perusahaan pembiayaan dari OJK pada 14 September 2026. Izin tersebut diterbitkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Nomor KEP-56/D.06/2026.
Perusahaan akan mengembangkan layanan pembiayaan untuk mendukung penjualan produk SANY di pasar domestik. SANY Indonesia Finance juga membuka peluang memperluas cakupan produk dan layanan seiring perkembangan bisnis dalam jangka menengah dan panjang.
Perusahaan berharap kehadirannya dapat memperkuat posisi SANY Group di Indonesia serta berkontribusi pada industri pembiayaan, sektor alat berat dan konstruksi, serta perekonomian nasional.