
Bank Neo Commerce Angkat Direktur Utama Baru
19 menit yang lalu
Program percontohan di Banyumas menargetkan 500 ribu liter minyak jelantah dalam empat bulan.
Terbit · 1 min read

PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi memulai program percontohan pengumpulan minyak jelantah melalui koperasi di Banyumas, Jawa Tengah. Menurut laporan CNBC Indonesia, program tersebut menghubungkan pengumpulan minyak jelantah oleh masyarakat dengan kebutuhan bahan baku industri energi.
Program diluncurkan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Kamis (29/10/2026). Peluncuran ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi serta penyerahan minyak jelantah secara simbolis.
Dalam skema itu, KDKMP menjadi titik pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat. Bahan tersebut direncanakan dimanfaatkan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau bioavtur dan bensin hijau.
Tahap percontohan berlangsung selama empat bulan dan diawali di empat lokasi koperasi di Banyumas. Program menargetkan pengumpulan 500 ribu liter minyak jelantah, sementara jaringan koperasi disebut akan terus diperluas.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok bahan baku energi rendah karbon dengan melibatkan masyarakat dan koperasi. Dalam kutipan yang dimuat CNBC Indonesia, Mars mengatakan, “Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas yang disiapkan, dan selanjutnya akan dikembangkan di kilang lainnya, antara lain Balongan, Dumai, dan Plaju.”
Mars mengatakan keterlibatan koperasi dapat membantu membangun sistem pengumpulan yang lebih terorganisasi dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Ia juga menyebut pengembangan ekosistem minyak jelantah sebagai bagian dari kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam mendukung transisi energi dan memperkuat kemandirian energi nasional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyambut kerja sama tersebut dan mengatakan KDKMP dapat mengembangkan kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat desa dan kelurahan. Menurut laporan yang sama, minyak jelantah yang diserahkan masyarakat akan memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bahan baku industri; Ferry berharap sistem pengumpulan diperluas untuk mendukung kebutuhan industri energi, produksi bioavtur, serta membuka peluang ekonomi dan potensi ekspor.