
Pemkab Bogor Siapkan Tender Dini 10 Proyek 2027
25 menit yang lalu
Produksi perdana Lapangan Maha diharapkan meningkat hingga 230 juta kaki kubik per hari dan menopang pasokan gas nasional.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, perusahaan energi Searah memulai produksi gas dari Lapangan Maha di lepas pantai Kalimantan Timur untuk memperkuat pasokan gas nasional dan mendukung ketahanan energi.
Produksi perdana dicapai pada Jumat (30/10/2026). Lapangan Maha berada sekitar 100 kilometer dari Balikpapan dan 12 kilometer di tenggara unit produksi terapung Jangkrik.
Produksi Lapangan Maha diharapkan meningkat secara bertahap hingga 230 juta standar kaki kubik per hari. Direktur Utama Searah Muara Bakau, Mirko Araldi, menyebut produksi perdana itu sebagai tonggak penting bagi perusahaan dan industri energi Indonesia.
Menurut keterangan Araldi yang dikutip ANTARA, instalasi fasilitas bawah laut untuk proyek pengembangan Lapangan Maha rampung pada awal 2026. Pengembangannya mencakup dua sumur produksi bawah laut yang tersambung ke fasilitas produksi Jangkrik melalui pipa fleksibel dan umbilical sepanjang sekitar 12 kilometer.
Araldi mengatakan capaian proyek mencerminkan dedikasi dan keahlian tim serta kolaborasi dengan pemerintah dan mitra proyek. Ia juga menyatakan proyek diselesaikan dengan aman dan tepat waktu serta menegaskan komitmen Searah untuk mengembangkan sumber daya gas secara bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan.
Searah dibentuk melalui kemitraan strategis antara Eni dan Petronas. Lapangan Maha menjadi salah satu bagian utama strategi pengembangan Pusat Produksi Selatan (South Production Hub), bersama Lapangan Gendalo dan Gandang, yang dirancang untuk mengoptimalkan kapasitas pengolahan gas di fasilitas Jangkrik.
Dengan tambahan produksi dari Maha dan pengembangan lapangan lain, produksi South Hub diproyeksikan mencapai tingkat produksi puncak sekitar 750 MMSCFD atau 750 juta standar kaki kubik per hari. Proyek South Hub dan North Hub merupakan bagian dari pengembangan sumber daya gas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, dan diharapkan mendukung pasokan gas nasional, memenuhi kebutuhan energi domestik, serta berkontribusi pada pertumbuhan industri hulu migas Indonesia.