
Menag Dorong Santri Kuasai Beragam Ilmu
8 menit yang lalu
Suahasil meminta pelaku usaha mendorong investasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
Terbit · 1 min read

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengejar pertumbuhan investasi sebesar 7 persen pada 2027. Menurut laporan ANTARA, target itu ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen.
Suahasil menyampaikan ajakan tersebut dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Dalam rapat itu, Suahasil mengatakan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berkontribusi sekitar 15 persen terhadap produk domestik bruto. Konsumsi masyarakat, investasi dunia usaha, dan ekspor juga menjadi penggerak perekonomian.
Ia menilai peningkatan investasi memerlukan peran aktif sektor swasta, termasuk anggota Kadin. “Karena itu, investasi memang harus tumbuh 7 persen tahun depan. Bapak dan Ibu, para anggota KADIN memegang peranan penting untuk menumbuhkan investasi ini, karena investasi itu yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Suahasil.
Menurut Suahasil, APBN mendukung kegiatan ekonomi, menjaga daya beli dan melindungi masyarakat, serta membangun kepercayaan. Peran itu dijalankan melalui pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberian insentif fiskal.
Ia juga menyebut Danantara berperan sebagai katalis investasi untuk memobilisasi modal strategis dan mendorong keterlibatan swasta. Suahasil memandang kebijakan fiskal melalui APBN dan kebijakan investasi negara melalui Danantara sebagai instrumen yang saling melengkapi.
Untuk mengoptimalkan peluang investasi, Suahasil menekankan perlunya ekosistem usaha yang kondusif. Menurut laporan yang sama, hal itu mencakup pasar domestik dan daya beli yang terjaga, likuiditas dan modal kerja, biaya pendanaan yang kompetitif, serta kemudahan dan kepastian berusaha.
Suahasil menambahkan konsistensi kebijakan dan keselarasan regulasi diperlukan agar dunia usaha memiliki kepastian dalam kegiatan produksi dan keputusan investasi. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, katanya, akan terus menjaga APBN sebagai instrumen pendorong pertumbuhan, perlindungan masyarakat, dan kepercayaan.