
Hardianus Didenda Rp5 Juta Jelang Semifinal IBL
10 menit yang lalu
Afriansyah menyebut hasil kompetisi dapat menjadi dasar pembinaan keterampilan dan evaluasi pelatihan vokasi.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan Indonesia Skills Competition (InaSkills) 2026 dirancang untuk mengidentifikasi talenta potensial, mengukur kompetensi, dan menyiapkan generasi muda agar mampu mencapai standar keunggulan yang lebih tinggi. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam penutupan kompetisi di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Afriansyah berharap hasil kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi para pemangku kepentingan. Hasil penilaian dan pencapaian peserta, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan keterampilan nasional.
Ia menyampaikan tiga hal yang perlu ditindaklanjuti. Pertama, hasil kompetisi diharapkan menjadi dasar pembinaan talenta, sehingga identifikasi potensi peserta tidak berhenti pada penetapan kemenangan.
Kementerian Ketenagakerjaan mendorong agar potensi dan hasil penilaian peserta turut menjadi masukan dalam penyusunan program pembinaan. Langkah tersebut diharapkan membentuk kumpulan talenta keterampilan nasional yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kedua, Afriansyah meminta peningkatan kualitas pelatihan vokasi melalui evaluasi berkesinambungan. Hasil kompetisi dapat menjadi bahan pembelajaran bagi lembaga pelatihan, instruktur, juri, dan mitra industri.
Ia juga mendorong penguatan materi pelatihan, metode pembelajaran, fasilitas praktik, serta sistem penilaian kompetensi. Kemitraan dengan dunia usaha dan industri, katanya, perlu diperluas agar pengembangan keterampilan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ketiga, Afriansyah menilai talenta Indonesia perlu disiapkan untuk kompetisi internasional. Ia menyebut Indonesia memiliki pengalaman dan rekam jejak prestasi dalam kompetisi keterampilan regional, yang dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan pembinaan dan kesempatan berkompetisi.
Menurut laporan yang sama, pembinaan menuju WorldSkills ASEAN dan kompetisi keterampilan internasional perlu direncanakan dengan mempertimbangkan persyaratan yang berlaku. Afriansyah juga mengajak pemerintah, lembaga pendidikan dan pelatihan, industri, asosiasi, serta mitra lain memperkuat kolaborasi dalam pengembangan keterampilan.