
Kunjungan Wisman ke Kuba Turun 65,1 Persen
16 menit yang lalu
Nasaruddin Umar mengajak pesantren mengembangkan pendidikan agar santri berkontribusi dalam berbagai bidang.
Terbit · 1 min read

Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong santri menguasai ilmu pengetahuan dan berbagai disiplin lain selain ilmu agama. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam acara Munajat Santri untuk Negeri di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026).
Dalam acara itu, Nasaruddin membandingkan generasi yang lahir pada masa perjuangan fisik dengan generasi yang diharapkan muncul dalam suasana damai. "Kalau dalam masa penjajahan, masa perjuangan fisik, yang lahir adalah para jenderal, tapi dalam suasana damai seperti sekarang ini, yang harusnya lahir banyak adalah para profesor, para kiai-kiai besar," ujarnya.
Nasaruddin mengatakan perubahan zaman menuntut pesantren meningkatkan mutu pendidikan. Ia berharap pesantren dapat melahirkan generasi yang berkontribusi dalam beragam bidang kehidupan.
Ia mencontohkan Baitul Hikmah, pusat perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah peradaban Islam, sebagai inspirasi bagi pesantren di Indonesia. Baitul Hikmah didirikan pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dan dikembangkan pada masa Khalifah Al-Ma'mun.
Menurut laporan yang sama, Baitul Hikmah menjadi tempat berkumpulnya ilmuwan dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Nasaruddin menilai tradisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat mencakup berbagai disiplin ilmu, termasuk melalui kolaborasi lintas agama.
Ia mengajak santri agar tidak membatasi diri dalam mempelajari ilmu pengetahuan. "Kita ingin juga nanti santri-santri kita itu seperti yang pernah dicetak di Baitul Hikmah," katanya.
Nasaruddin juga menyebut pesantren berpotensi melahirkan generasi unggul karena pendidikan di pesantren mencakup keilmuan, karakter, keimanan, dan akhlak. Ia mengajak pengelola pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar santri mampu menghadapi perkembangan zaman dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.