
IHSG Dibuka Melemah ke 5.066,94
15 menit yang lalu
Mayoritas ekonom menilai kondisi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja memburuk, sementara tekanan inflasi meningkat.
Terbit · 1 min read

Survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan mayoritas ekonom menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Menurut laporan CNN Indonesia, hasil itu tercatat dalam Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026.
Survei dilakukan secara daring pada 21 September hingga 13 Oktober 2026 dan melibatkan 63 ahli dari berbagai latar belakang. Responden mencakup akademisi, lembaga penelitian, lembaga pemikir, sektor swasta, serta organisasi atau institusi multinasional.
Sebanyak 33 ahli atau 52 persen menilai kondisi ekonomi memburuk. Rinciannya, 29 ahli menilai kondisi lebih buruk dan empat ahli menilai jauh lebih buruk dibandingkan tiga bulan sebelumnya.
Sebanyak 25 ahli atau 40 persen menilai kondisi ekonomi tidak berubah, sedangkan lima ahli atau 8 persen menilai membaik. Tidak ada responden yang menilai kondisi ekonomi jauh lebih baik.
Rata-rata penilaian kondisi ekonomi saat ini tercatat minus 0,51, dibandingkan minus 0,39 pada survei Semester I 2026. LPEM FEB UI menyatakan perbedaan itu tidak signifikan secara statistik.
Tekanan inflasi juga dinilai tinggi oleh 49 ahli atau 78 persen responden. Sebanyak 44 ahli menilai tekanannya tinggi dan lima ahli menilai sangat tinggi; rata-rata penilaian naik menjadi positif 0,84 dari positif 0,71, tetapi perubahannya tidak signifikan secara statistik.
Untuk penciptaan lapangan kerja, 46 ahli atau 73 persen menilai kondisinya lebih rendah dibandingkan enam bulan sebelumnya. Rata-rata penilaian pasar tenaga kerja turun dari minus 0,55 pada Semester I menjadi minus 0,95 pada Semester II 2026; laporan menyebut perubahan ini signifikan secara statistik.
Dalam tiga bulan mendatang, 33 ahli memperkirakan pertumbuhan ekonomi tidak berubah, 21 memperkirakan melambat, dan sembilan memperkirakan melaju. Untuk satu bulan mendatang, 38 ahli memperkirakan tekanan inflasi meningkat, 22 memperkirakan tidak berubah, dan tiga memperkirakan menurun; rata-rata ekspektasi tekanan inflasi turun dari positif 0,91 menjadi positif 0,60 dan perubahan itu signifikan secara statistik.