
13 Peserta Ikuti Penjurian Sampah Jakarta
11 menit yang lalu
Laba bersih Bank Raya mencapai Rp21 miliar; penyaluran kredit digital naik 20 persen secara tahunan.
Terbit · 1 min read

PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) membukukan laba bersih Rp21 miliar pada kuartal ketiga 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia, penyaluran kredit digital perseroan mencapai Rp24,73 triliun, naik 20 persen secara tahunan.
Dalam laporan yang sama, outstanding kredit digital tercatat Rp3,04 triliun, tumbuh 11,3 persen secara tahunan.
Penghimpunan dana Digital Saving Bank Raya tercatat Rp2,4 triliun, tumbuh 35,6 persen secara tahunan. Transaksi melalui Aplikasi Raya mencapai 4,9 juta, meningkat 44,7 persen.
Rasio dana murah atau CASA Bank Raya mencapai 35,83 persen, dibandingkan 29,78 persen pada tahun sebelumnya. Dalam keterangan resmi pada Jumat (30/10/2026), Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, “Peningkatan rasio CASA tersebut menunjukkan semakin kuatnya kontribusi Digital Saving dalam struktur pendanaan Bank Raya, sekaligus mendukung upaya memperkuat fundamental bisnis digital.”
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah bruto atau NPL gross tercatat 2,53 persen, turun 203 basis poin secara tahunan. NPL net berada di 0,41 persen, turun 131 basis poin secara tahunan.
Margin bunga bersih atau NIM meningkat 83 basis poin secara tahunan menjadi 5,83 persen. Rasio pinjaman terhadap simpanan atau LDR tercatat 78,65 persen.
Bank Raya juga mencatat rasio cakupan likuiditas atau LCR sebesar 707,4 persen dan rasio pendanaan stabil bersih atau NSFR sebesar 167,59 persen, di atas batas minimum 100 persen. Rasio kecukupan modal atau CAR AGRO tercatat 42,35 persen.