
Erick Thohir Soroti Pengorbanan Pemain Timnas
10 menit yang lalu
The Fed mempertahankan suku bunga sambil menilai inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan dampak kebijakan ketat.
Terbit · 1 min read

Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,75-4 persen. Menurut laporan CNN Indonesia, keputusan itu diambil melalui pemungutan suara 10-2.
Keputusan tersebut dibuat pada Rabu (28/10/2026) waktu setempat setelah rapat kebijakan selama dua hari. Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pandangannya dalam konferensi pers setelah rapat.
Warsh menilai inflasi dapat turun menuju target 2 persen tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi atau mendorong kenaikan pengangguran. Ia juga berpandangan bahwa perekonomian Amerika Serikat tidak sedang tumbuh terlalu panas sehingga perlu ditekan secara paksa.
Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Reuters, Warsh menyebut perekonomian bergerak ke arah yang benar dan mengatakan sebagian besar koleganya tidak menilai pertumbuhan saat ini terlalu kuat.
Warsh memperkirakan laporan produk domestik bruto kuartal ketiga yang dijadwalkan terbit pada Kamis (29/10/2026) akan memperlihatkan investasi dan belanja konsumen yang kuat. Ia juga memperkirakan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan paruh pertama tahun ini.
Ia mengaitkan peluang pertumbuhan yang lebih cepat tanpa kenaikan inflasi sebesar sebelumnya dengan perubahan produktivitas, termasuk perubahan yang terjadi sebelum perkembangan pesat kecerdasan buatan.
Warsh mengatakan suku bunga kebijakan yang lebih tinggi telah berdampak pada kondisi kredit yang sedikit lebih ketat. Menurutnya, investasi bisnis melambat dan kondisi itu turut berkontribusi terhadap pelemahan pasar saham belakangan ini.
Ia menambahkan, jika pelemahan pasar saham mengurangi belanja keluarga berpenghasilan tinggi, kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap laju kenaikan harga.