
BGN Tutup Lebih dari 2.000 Dapur MBG
14 menit yang lalu
Fadli Zon mendorong penetapan situs berusia sekitar 48.000 tahun itu sebagai Cagar Budaya Nasional.
Terbit · 2 min read

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong percepatan penetapan Leang Bulu Sipong 4 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, sebagai Cagar Budaya Nasional. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat meninjau situs tersebut.
Leang Bulu Sipong 4 berada di kawasan karst Pangkep. Menurut laporan yang sama, situs itu diperkirakan berusia sekitar 48.000 tahun dan memiliki 365 gambar cadas yang tercatat. Keterangan Fadli disampaikan di Makassar pada Kamis (29/10/2026).
Menurut laporan ANTARA, Fadli menyampaikan bahwa gambar cadas tersebut merekam kehidupan masa prasejarah dan menunjukkan kemampuan nenek moyang mengekspresikan kehidupan melalui gambar. Ia juga menilai kawasan karst Sulawesi Selatan penting untuk memahami perkembangan kebudayaan manusia.
“Leang Bulu Sipong 4 merupakan bukti peradaban tua Nusantara yang harus kita jaga bersama. Situs ini memiliki gambar cadas berusia sekitar 48.000 tahun yang memperlihatkan bagaimana nenek moyang kita mengenal perburuan dan merekam kehidupan mereka melalui gambar," ujarnya.
Menurut laporan yang sama, Fadli berharap situs tersebut segera ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional agar pelindungannya semakin kuat. Ia menyatakan pelindungan perlu dilakukan berkelanjutan dengan memperhatikan kondisi gambar cadas dan lingkungan sekitarnya.
Perubahan suhu, kelembapan, serta pengelupasan permukaan dinding gua menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui pemantauan dan konservasi terukur. Fadli menyebut pelestarian membutuhkan kerja sama pemerintah, pengelola kawasan, dan para ahli.
Fadli juga menyatakan, “Kita perlu memastikan kondisi gambar cadas tetap terjaga karena kerusakan yang terjadi dapat menghilangkan informasi penting tentang kehidupan manusia pada masa lampau. Komitmen pelindungan ini harus menjadi tanggung jawab bersama,” tambah Menbud. Gambar-gambar di situs itu dibuat dengan teknik sembur dan lukis; bentuk yang tercatat meliputi cap tangan, figur babi kutil, anoa, serta figur yang memadukan ciri manusia dan hewan.
Nilai penting situs juga berkaitan dengan penggambaran adegan perburuan yang menunjukkan hubungan manusia dengan lingkungan dan satwa pada masa prasejarah. Penelitian menggunakan metode seri uranium dengan teknik ablasi laser untuk memperkirakan usia gambar cadas; temuan itu memperkuat posisi Sulawesi dalam penelitian seni cadas awal manusia.