
Qatar Bahas Peredaan Ketegangan dengan Empat Negara
14 menit yang lalu
Inflasi Jakarta pada Oktober tercatat lebih rendah daripada angka nasional, baik secara bulanan maupun tahunan.
Terbit · 1 min read

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif sepanjang Oktober 2026. Menurut laporan ANTARA, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan menyampaikan upaya tersebut dalam keterangan resmi.
Pada Oktober 2026, inflasi Jakarta tercatat 0,13 persen secara bulanan, lebih rendah daripada inflasi nasional sebesar 0,22 persen. Secara tahunan, inflasi Jakarta mencapai 2,52 persen, juga di bawah angka nasional sebesar 3,23 persen.
Iwan menjelaskan, keterjangkauan harga didukung Program Pangan Bersubsidi, pasar murah, dan Gerakan Cabai Harga Terjangkau. Upaya menjaga pasokan dilakukan melalui panen padi dan pengawasan keamanan pangan.
Kelancaran distribusi diperkuat dengan optimalisasi distribusi pangan badan usaha milik daerah, termasuk layanan truk keliling dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Untuk mendukung komunikasi, TPID meningkatkan koordinasi dan kapasitas serta memperkuat sinergi dan pertukaran praktik antardaerah. Iwan menyampaikan langkah tersebut dalam keterangannya.
Inflasi tahunan Jakarta pada Oktober berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen. Menurut laporan yang sama, angka itu merupakan yang terendah di antara seluruh provinsi di Indonesia.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran menjadi penyumbang utama inflasi Jakarta pada Oktober, dengan kenaikan bulanan 0,28 persen, dibandingkan 0,05 persen pada bulan sebelumnya. Iwan mengatakan kenaikan harga sate, martabak, dan pizza menjadi pendorong utamanya.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan kesehatan, juga menyumbang inflasi. Ke depan, Iwan mengatakan TPID akan terus memperkuat strategi 4K untuk mengantisipasi risiko global dan domestik, termasuk ketidakpastian geopolitik serta gangguan produksi pangan terkait cuaca kering dan El Nino.