
Mir dan Marini Layak Tampil di MotoGP Malaysia
13 menit yang lalu
Alim Setiawan Slamet menilai ekspor perlu disertai peningkatan mutu, hilirisasi, dan tata niaga yang sehat agar petani mendapat nilai tambah.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet mendorong penguatan ekspor pangan melalui peningkatan kualitas produksi, hilirisasi, dan tata niaga yang sehat. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam kegiatan Special Event 2 Tahun Prabowa-Gibran bertajuk Rapor untuk Rakyat di Jakarta.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta pada Kamis (29/10/2026). Tanggal itu merupakan waktu kegiatan, sedangkan laporan ANTARA terbit pada 29 Oktober 2026.
Dalam keterangannya di Jakarta, Alim mengatakan peningkatan ekspor perlu memberi manfaat nyata bagi petani, bukan hanya meningkatkan nilai perdagangan nasional. Ia menilai capaian ekspor sektor pertanian perlu disertai upaya agar petani ikut menikmati manfaat dari pasar yang lebih luas.
Alim mengatakan petani perlu mendapat pendampingan agar dapat meningkatkan mutu produk dan memenuhi persyaratan pasar ekspor. Ia juga menyebut konsistensi pasokan dan pemenuhan standar mutu sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing komoditas pertanian.
Menurut laporan yang sama, Alim menilai penguatan produksi dari hulu hingga hilir perlu berjalan seiring dengan perluasan pasar. Pengolahan produk, katanya, dapat menambah nilai komoditas dibandingkan penjualan dalam bentuk bahan mentah.
Ia juga menyoroti anomali harga ketika pasokan melimpah, tetapi harga di tingkat petani turun sementara harga bagi konsumen tetap tinggi. Alim menyebut kondisi itu sebagai persoalan tata niaga yang perlu dibenahi bersama.
Alim mengatakan pengawasan distribusi dan perdagangan perlu diperkuat untuk menekan kesenjangan harga dan membuat rantai pasok lebih efisien. Ia menyebut pemerintah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, untuk menangani penyimpangan tata niaga pangan.
Selain mengembangkan pasar ekspor, Alim menyatakan kebutuhan pangan dalam negeri perlu tetap terpenuhi. Ia berharap produksi yang kuat, ekspor yang berkembang, dan kebijakan yang tepat dapat mendukung peningkatan kesejahteraan petani.