
Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Malaysia
13 menit yang lalu
Ekonomi kreatif, kegiatan internasional, dan kerja sama BUMD dinilai dapat memperluas pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Pemerhati Kebijakan Kota Jakarta Zulfikar Marikar menilai pengembangan ekonomi kreatif, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional, dan penguatan kolaborasi badan usaha milik daerah (BUMD) dapat mendukung Jakarta menjadi kota global.
Zulfikar menyampaikan penilaian itu di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Ia mengatakan strategi tersebut dapat memperluas pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat regional maupun internasional.
Ia menyebut transformasi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, memerlukan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurut laporan ANTARA, data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Zulfikar menyebut sektor perdagangan, keuangan, konstruksi, dan jasa menopang struktur ekonomi Jakarta. Ia menilai industri kreatif, pariwisata perkotaan, ekonomi digital, serta kegiatan berskala nasional dan internasional dapat membuka peluang usaha, memperkuat rantai pasok lokal, dan menciptakan lapangan kerja.
Menurut laporan yang sama, APBD DKI Jakarta 2026 ditetapkan sekitar Rp81,32 triliun, lebih rendah daripada APBD 2025 sebesar Rp91,86 triliun. Zulfikar menilai kondisi tersebut mendorong perlunya sumber pertumbuhan ekonomi yang melibatkan berbagai pihak.
ANTARA melaporkan Jakarta International Marathon disebut menghasilkan dampak ekonomi lebih dari Rp255 miliar melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan jasa pendukung. Jakarta Running Festival 2026 diperkirakan menyumbang Rp175 miliar, sedangkan konser Ye Live diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp450 miliar.
Dalam kegiatan The 5th World Conference on Creative Economy 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sektor ekonomi kreatif menyumbang lebih dari Rp410 triliun atau sekitar 11 persen terhadap produk domestik regional bruto Jakarta, menurut laporan ANTARA. Zulfikar menilai pengembangannya perlu didukung akses pembiayaan, peningkatan keterampilan, perlindungan hak kekayaan intelektual, ruang berkarya, dan akses pasar.
Zulfikar juga menyoroti kerja sama BUMN-BUMD yang diumumkan Pemprov DKI, terdiri atas 15 dokumen dengan potensi nilai sekitar Rp5,87 triliun. Rencana elektrifikasi 3.782 bus Transjakarta dan Mikrotrans disebut bernilai sekitar Rp5,07 triliun untuk tiga tahun, sementara pengembangan dek pejalan kaki Dukuh Atas disebut bernilai sekitar Rp220 miliar; ia mengingatkan perlunya tata kelola profesional, transparansi proyek, dan pengukuran realisasi investasi.