
Studi: Es Kutub Mengubah Bentuk Bumi
15 menit yang lalu
Shell mengalihkan bisnis SPBU kepada PT Isla Energy Indonesia; bisnis pelumas tidak termasuk transaksi.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Shell menyelesaikan pengalihan kepemilikan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia kepada PT Isla Energy Indonesia sebagai bagian dari transisi kepemilikan kepada Sefas Group.
Pengalihan tersebut berlaku pada Jumat (30/10/2026). Transaksi mencakup bisnis SPBU, kegiatan pasokan dan distribusi terkait, terminal bahan bakar minyak di Gresik, serta sekitar 200 SPBU Shell di Indonesia.
Manajemen Shell menyatakan di laman resmi Shell Indonesia, Jumat (30/10/2026), “Transaksi tersebut telah diselesaikan berdasarkan perjanjian jual beli yang telah direvisi dengan SEFAS Group,” seperti dikutip CNBC Indonesia.
Dari sekitar 200 SPBU yang dialihkan, lebih dari 160 merupakan SPBU milik perusahaan.
Berdasarkan perjanjian lisensi merek, jaringan SPBU PT Isla Energy Indonesia akan tetap menggunakan merek Shell. Pelanggan juga tetap memiliki akses untuk menggunakan produk BBM Shell.
Pengalihan tersebut tidak mencakup bisnis pelumas Shell di Indonesia.
Pada September 2026, Shell Indonesia memulai produksi di Pabrik Manufaktur Gemuk di Indonesia. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun.
Fasilitas manufaktur gemuk itu melengkapi Pabrik Pelumas Shell yang beroperasi di Marunda, Bekasi. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 300 juta liter per tahun.