
Christabel Calista Bidik Podium di Yogyakarta
19 menit yang lalu
Ulasan CNN Indonesia menyoroti film lintas zaman tentang identitas queer, dengan visual dan akting yang kuat.
Terbit · 1 min read

CNN Indonesia mengulas La bola negra (The Black Ball), film garapan duo sutradara Javier Ambrossi dan Javier Calvo, yang dikenal sebagai Los Javis. Dalam ulasan yang terbit pada 8 November 2026, film itu dinilai merangkai tragedi secara sinematik.
Film tersebut tayang di Jakarta World Cinema 2026.
La bola negra mengambil judul dari naskah drama Federico García Lorca yang tidak selesai. Film ini membayangkan kisah identitas queer yang menghubungkan tiga masa: 1932, masa Perang Saudara Spanyol pada 1937, dan 2017.
Kisah 1932 mengikuti Carlos, pemuda dari keluarga terpandang yang berusaha masuk ke sebuah kasino eksklusif, tetapi terhalang rumor tentang jati dirinya. Pada 1937, Sebastián, seorang musisi muda yang terpaksa bergabung dengan kubu Nasionalis, ditugaskan menjaga Rafael Rodríguez Rapún, tahanan dari kubu Republik.
Alur 2017 mengikuti Alberto, sejarawan sekaligus penulis yang menerima kabar bahwa ia mendapat warisan dari kakek yang tidak diketahuinya masih hidup. Menurut ulasan CNN Indonesia, hubungan antarlini waktu dibangun melalui keterkaitan emosional, bukan hanya rangkaian plot.
Ulasan tersebut memuji sinematografi Gris Jordana, desain produksi Roger Bellés, dan kostum Ana López Cobos. Musik Raúl Refree serta penyuntingan Alberto Gutiérrez juga dinilai memperkuat suasana dan ritme film.
Dari sisi pemeranan, ulasan menyoroti penampilan Guitarricadelafuente, yang menjalani debut aktingnya sebagai Sebastián, serta Miguel Bernardeau sebagai Rafael. Milo Quifes dan Carlos González juga disebut memberi kesan melalui peran masing-masing sebagai Carlos dan Alberto.
Penélope Cruz tampil sebagai Nené Romero, sementara Glenn Close memerankan Isabelle Durand. Ulasan CNN Indonesia menyoroti pertemuan Isabelle dan Alberto sebagai momen yang mempertemukan berbagai bagian cerita. Ulasan itu juga menyebut film berdurasi 160 menit tersebut menyentuh sejarah Spanyol dan representasi identitas queer, serta layak dinikmati di layar lebar.