
Pertamina dan IMI Perkuat Ekosistem Balap Nasional
17 menit yang lalu
Kementerian Energi Arab Saudi menyebut serpihan menyebabkan kerusakan terbatas pada bangunan Aramco tanpa korban.
Terbit · 1 min read

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi percobaan serangan yang menyasar bangunan milik Saudi Aramco di Riyadh dan menyebabkan kerusakan terbatas. Menurut laporan CNBC Indonesia pada 8 November 2026, tidak ada korban luka maupun jiwa.
Pejabat kementerian menyatakan serpihan jatuh mengenai struktur bangunan di Riyadh. Keterangan itu dimuat Arab News pada Minggu (8/11/2026).
Menurut pejabat tersebut, pihak berwenang mulai menangani lokasi dan menjalankan langkah keselamatan. Ia juga menyebut kerusakan pada bangunan terbatas dan tidak ada korban luka.
Laporan itu menyebut pasukan pertahanan udara mencegat dua rudal jelajah, satu pesawat nirawak, dan dua rudal balistik yang mengarah ke Riyadh serta wilayah selatan. Pencegatan tersebut diikuti suara dentuman yang terdengar di ibu kota.
Juru Bicara Koalisi Mayor Jenderal Turki Al-Maliki juga menyatakan dua rudal jelajah dan satu pesawat nirawak dihancurkan di Riyadh dan wilayah selatan. Menurut keterangannya, dua rudal balistik yang mengarah ke ibu kota turut dihancurkan.
Sejak awal November, setidaknya 15 rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak disebut telah ditembak jatuh di berbagai wilayah Arab Saudi. Laporan yang sama menyebut pencegatan satu rudal jelajah menuju Riyadh pada Sabtu dan dua rudal balistik di Najran pada Jumat.
Pertahanan Sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya di Riyadh dan Provinsi Najran, lalu mencabut peringatan setelah ancaman udara dilumpuhkan. The Independent melaporkan insiden itu terjadi setelah Houthi Yaman menembakkan dua rudal ke arah Riyadh, tetapi kelompok tersebut belum mengaku bertanggung jawab atas serangan terbaru.