
Marquez Berpeluang Kunci Gelar di Qatar
34 menit yang lalu
Pemandu wisata didenda setelah rombongan turis menolak berbelanja; agensi perjalanan masih diperiksa.
Terbit · 1 min read

Sebanyak 37 wisatawan dilaporkan dikunci di sebuah toko kasur di Provinsi Yunnan, China, setelah menolak membeli produk di sana. Menurut laporan CNN Indonesia yang merujuk sejumlah media, peristiwa itu ramai dibicarakan pada April 2024.
Rombongan tersebut mengikuti paket perjalanan dari Liaoning menuju Yunnan. Dalam laporan Sohu yang dikutip CNN Indonesia, pengunggah video menyebut pemandu dan pemilik toko mengarahkan wisatawan ke toko kasur lalu mengunci pintu dari luar.
Salah satu wisatawan, dalam unggahan yang dikutip media Vietnam VN Express, menyatakan rombongan dipaksa masuk dan dikunci karena tidak bersedia membeli produk. Pernyataan itu merupakan keterangan wisatawan dalam unggahan tersebut.
Video protes para wisatawan kemudian beredar di media sosial Weibo. CNN Indonesia menyebut rekaman itu memperlihatkan para wisatawan berbaring di kasur pajangan sebagai bentuk protes.
Setelah video tersebut ramai, otoritas pariwisata setempat melakukan penyelidikan. Menurut laporan media lokal 163 yang dikutip CNN Indonesia, penyelidikan menemukan pemandu itu tidak memiliki lisensi resmi.
Pihak berwenang menjatuhkan denda 10.000 yuan, atau sekitar Rp27 juta, kepada pemandu tersebut. Agensi perjalanan yang terlibat masih dalam pemeriksaan, menurut laporan yang sama.
Sanksi itu menuai kritik warganet di Weibo, yang menilai dendanya terlalu kecil untuk mencegah kejadian serupa. CNN Indonesia juga menyebut kasus lain pada Februari 2024: seorang pemandu didenda 20.000 yuan dan diskors tiga bulan setelah mengusir keluarga wisatawan dari bus karena menolak membeli gelang seharga 50.000 yuan.