
Abdullah Minta OJK Perkuat Pengawasan Investasi
11 menit yang lalu
Pisang mengandung nutrisi yang dikaitkan dengan relaksasi dan kualitas tidur, tetapi efeknya tidak menjamin kantuk seketika.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang terbit pada Sabtu (31/10/2026), pisang mengandung sejumlah nutrisi yang dapat mendukung relaksasi dan kualitas tidur. Ulasan itu merujuk pada siaran Health pada Jumat (30/10/2026).
Laporan tersebut menjelaskan bahwa pisang mengandung triptofan, asam amino yang membantu tubuh memproduksi serotonin dan melatonin. Kedua hormon itu berperan dalam proses tidur.
Menurut laporan ANTARA, penelitian menemukan makanan yang mengandung triptofan, termasuk pisang dan susu, dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan nyenyak. Namun, kandungan triptofan dalam pisang mungkin tidak cukup untuk langsung membuat seseorang mengantuk.
Pisang kuning matang disebut mengandung triptofan paling banyak, sedangkan pisang cokelat yang terlalu matang memiliki lebih banyak melatonin. Pisang juga mengandung vitamin B6 dan karbohidrat yang membantu tubuh memproses triptofan.
Menurut laporan yang sama, satu pisang matang berukuran sedang mengandung sekitar 0,4 miligram vitamin B6, atau 25 persen kebutuhan harian. Vitamin tersebut membantu tubuh mengubah triptofan menjadi serotonin, yang kemudian dapat diolah menjadi melatonin.
Pisang juga mengandung sekitar 25 gram karbohidrat. Laporan itu menyebut karbohidrat dapat meningkatkan glukosa darah dan memicu pelepasan insulin, sehingga lebih banyak triptofan dapat mencapai otak.
Kandungan magnesium pada pisang dapat membantu menenangkan saraf dan otot. Satu pisang matang menyediakan sekitar 5 persen kebutuhan magnesium harian, sedangkan kalium mendukung fungsi otot, jantung, dan sel; kecukupan kalium dikaitkan dengan relaksasi otot dan pencegahan kram malam yang dapat mengganggu tidur.
ANTARA menyarankan pisang dikonsumsi satu atau dua jam sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu untuk memecah dan menyerap nutrisinya. Makan terlalu dekat dengan waktu tidur, menurut laporan itu, dapat memicu lonjakan energi.