
Fabregas Minta Como Tetap Membumi Usai Menang 9-1
13 menit yang lalu
Penggemar Kin-iro Mosaic diduga turut mendorong kunjungan ke Bibury, sementara aktivitas wisata di sungai dikhawatirkan mengganggu satwa.
Terbit · 1 min read

Desa Bibury di kawasan Cotswolds, Inggris, diduga mengalami lonjakan kunjungan penggemar manga dan anime Jepang Kin-iro Mosaic. Menurut laporan CNNIndonesia.com, pemandangan desa itu menarik perhatian wisatawan, khususnya dari Jepang.
Bibury dikenal dengan deretan rumah batu bersejarah. Laporan The Independent menyebut desa itu dihuni sekitar 627 orang, sementara jumlah wisatawan dapat mencapai 20.000 dalam satu akhir pekan.
Kin-iro Mosaic, yang juga dikenal sebagai Golden Mosaic, berkisah tentang persahabatan siswi Jepang dan seorang pelajar asal Inggris yang mengikuti program pertukaran. Bibury menjadi salah satu latar serial tersebut, termasuk dalam kilas balik perjalanan tokoh Shinobu Omiya ke Inggris untuk mengikuti program tinggal bersama keluarga setempat.
Sejumlah lokasi di desa itu ditampilkan dalam serial, antara lain Arlington Row, jembatan batu di atas Sungai Coln, Bibury Trout Farm, dan sebuah kedai es krim. Arlington Row merupakan deretan rumah batu yang dahulu menjadi tempat tinggal para penenun sejak abad ke-17.
Manga karya Yui Hara itu terbit pada 2010 hingga 2020 di majalah Jepang Manga Time Kirara Max. Ceritanya diadaptasi menjadi anime televisi 12 episode pada 2013, disusul musim kedua pada 2015 serta dua film animasi pada 2016 dan 2021.
Menurut laporan The Independent, peningkatan kunjungan membuat anggota dewan Paroki Bibury khawatir terhadap aktivitas wisata di Sungai Coln, yang mengalir di tengah desa. Notulen rapat dewan menyebut wisatawan pada musim panas bermain air dan membawa kursi untuk duduk di sungai.
Anggota dewan mengkhawatirkan kegiatan tersebut dapat mengganggu satwa liar di sekitar sungai, termasuk angsa dan bebek.
Bibury telah dikenal sebagai salah satu desa terindah di Inggris sebelum menarik perhatian penggemar serial Jepang. Desainer tekstil dan penulis William Morris pada abad ke-19 menggambarkan desa itu sebagai yang terindah di Inggris, sementara Kaisar Jepang Hirohito mengunjungi Bibury pada 1921 dan menyebutnya tempat suci.