
Zverev Lolos ke Semifinal Wina
14 menit yang lalu
Famtrip di Yogyakarta dan Borobudur memadukan pengalaman wisata dengan pertemuan bisnis.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pariwisata mengajak agen perjalanan dan tur operator lokal menyusun paket wisata tematik yang menggabungkan ketenangan jiwa, gastronomi, dan budaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta serta kawasan Destinasi Super Prioritas Borobudur, Magelang. Menurut laporan ANTARA, ajakan itu disampaikan Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini.
Kemenpar menggelar kegiatan familiarization trip bertajuk “Harmoni Raga, Rasa dan Tradisi” pada 16 sampai 20 Oktober 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan kawasan Destinasi Super Prioritas Borobudur, Magelang. Kegiatan itu diikuti 10 agen perjalanan dan tur operator lokal.
Ni Made Ayu Marthini mengatakan wisatawan nusantara, khususnya segmen menengah ke atas dari Jabodetabek, semakin mencari pengalaman yang memberi ketenangan dan memiliki narasi sejarah, bukan sekadar tempat untuk berfoto. Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (31/10/2026), ia menyebut upaya tersebut sebagai bagian dari dorongan untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Menurut laporan yang sama, kegiatan itu dirancang untuk mengenalkan pergeseran minat dari wisata massal menuju pengalaman yang lebih bermakna dan bernilai tinggi. Laporan tersebut menyebut masyarakat perkotaan menghadapi tekanan aktivitas sehari-hari dan menjadikan liburan sebagai sarana perawatan diri, pemulihan kesehatan mental, serta kesempatan memperoleh pengalaman berkesan.
Famtrip juga mencakup pertemuan bisnis yang mempertemukan pembeli dan penyedia layanan wisata. Kemenpar berharap kegiatan tersebut menghasilkan transaksi yang bermanfaat bagi ekonomi lokal dan mendukung target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026.
Rangkaian kegiatan meliputi wisata kuliner di Bantul, tur jalan kaki di kawasan Tugu dan Pecinan, serta penjelajahan sejarah melalui kegiatan “Tiga Wajah Mataram”. Peserta juga mengikuti kegiatan terkait teh, mengunjungi Kampung Wisata Purbayan, mencicipi hidangan gastronomi etnik, dan menjalani sesi meditasi berkesadaran yang memadukan relaksasi dengan kisah budaya.
Kegiatan itu turut mengangkat potensi wisata jalan kaki yang memungkinkan wisatawan menjelajahi lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat dengan lebih dekat. Melalui kegiatan tersebut, wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan warga dan meresapi suasana serta cerita setempat.