
Acara Seusai Konser Ye Pertemukan Penggemar
18 menit yang lalu
Anti-blush memakai warna netral dan pigmentasi halus untuk memberi dimensi wajah secara alami.
Terbit · 1 min read

Tren riasan anti-blush mengandalkan warna netral dan lembut untuk memberi dimensi pada wajah tanpa membuat pipi tampak terlalu merona. Menurut laporan CNN Indonesia, tren ini belakangan ramai dibicarakan di media sosial.
Anti-blush bukan berarti tidak memakai perona pipi. Mengutip Byrdie, tren ini tetap menggunakan warna pada pipi, tetapi dengan pigmentasi lebih halus agar hasilnya tampak samar dan menyatu dengan kulit.
Berbeda dari perona pipi yang umumnya memakai warna merah muda, koral, atau merah, anti-blush menggunakan pilihan seperti ungu kecokelatan lembut (mauve), krem kecokelatan (beige), dan cokelat keabu-abuan (taupe).
Warna-warna tersebut menyerupai bayangan alami wajah sehingga dapat memberi definisi tanpa rona yang mencolok.
Laporan CNN Indonesia menyebut tren ini berkaitan dengan gaya riasan lembut yang menonjolkan dimensi wajah melalui permainan warna halus.
Penata rias Theo Turner menyebut anti-blush sebagai perkembangan tren kontur wajah dan gaya riasan lembut yang telah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan itu disampaikan kepada Marie Claire.
Pemilihan warna tidak hanya bergantung pada tingkat kecerahan kulit, tetapi juga rona dasar kulit. Warna krem kecokelatan tertentu, misalnya, dapat tampak jingga pada kulit pucat atau dengan rona dasar dingin.
Untuk hasil yang lebih alami, produk disarankan diaplikasikan sedikit demi sedikit lalu dibaurkan hingga menyatu dengan kulit. Pigmentasi berlebihan perlu dihindari agar rona lembut yang menyerupai bayangan alami tetap terlihat.