
Wali Kota Bitung Buka HUT ke-45 GMIM Wilayah Bitung I
12 menit yang lalu
Kemenpar dan BPOLBF mempertemukan tujuh agen perjalanan Tiongkok dengan 14 pelaku usaha wisata Labuan Bajo.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggandeng tujuh agen perjalanan asal Tiongkok untuk memperluas pemasaran paket wisata Labuan Bajo dan Flores ke pasar internasional.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata, Yulia, menyampaikan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (24/10/2026), bahwa Tiongkok merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia. Pasar itu, menurut dia, memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan, termasuk untuk destinasi Labuan Bajo dan Flores.
Yulia memaparkan bahwa kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia mencapai 1,3 juta pada 2025. Hingga Agustus 2026, jumlahnya sudah melampaui satu juta kunjungan, tumbuh 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menambahkan, “Angka ini menunjukkan pasar Tiongkok masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, dan Labuan Bajo adalah salah satu destinasi dengan potensi besar,” katanya.
Menurut laporan yang sama, perluasan pemasaran itu dilakukan melalui kegiatan Wonderful Indonesia Business Matching for Chinese Travel Agents di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini menggabungkan perjalanan pengenalan destinasi dengan pertemuan bisnis yang mempertemukan tujuh agen perjalanan Tiongkok sebagai pembeli dan 14 pelaku industri pariwisata Labuan Bajo sebagai penjual.
Tujuh agen perjalanan yang terlibat adalah China Bamboo Garden International Travel Service Co., Ltd., Hangzhou China Travel Service Group, GZL International Travel Service Ltd., Guangdong Asia-Pacific Travel (BOBO Travel), China International Travel Service (Jiangsu) Co., Ltd., Shenzhen Dreamka Travel, dan Charm Deer. Adapun 14 pelaku usaha lokal yang berpartisipasi mencakup penyedia akomodasi, agen perjalanan, operator kapal wisata, dan penyedia layanan transportasi laut.
Yulia berharap pertemuan bisnis tersebut menghasilkan kerja sama konkret antara agen perjalanan Tiongkok dan pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo. Dengan begitu, semakin banyak produk wisata daerah masuk dalam paket perjalanan yang dipasarkan ke negara tersebut. “Kepada para pelaku industri pariwisata Labuan Bajo, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Semoga lahir kerja sama yang nyata setelah kegiatan ini,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, mengapresiasi inisiatif pemerintah pusat yang mempertemukan langsung pelaku usaha pariwisata lokal dengan agen perjalanan dari Tiongkok. Menurut dia, kolaborasi tersebut dapat memperluas jangkauan promosi sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Labuan Bajo.
Pelaksana tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan pengenalan destinasi secara langsung menjadi bagian penting dalam meyakinkan agen perjalanan untuk menyusun paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan pasar Tiongkok. “Pasar Tiongkok sangat strategis bagi Labuan Bajo Flores. Lewat famtrip ini, para agen perjalanan tidak hanya mengenal Labuan Bajo dari foto, tetapi merasakan langsung pengalaman berwisata di sini, sehingga paket yang mereka tawarkan nanti lebih meyakinkan. Kami ingin pertemuan hari ini berlanjut menjadi kerja sama dan transaksi nyata antara agen perjalanan Tiongkok dan pelaku usaha lokal,” ujar Andhy.
Andhy juga mendorong agar paket wisata yang ditawarkan tidak hanya berpusat pada Pulau Komodo dan Pulau Padar, tetapi mencakup berbagai destinasi alam dan budaya di daratan Flores. Dengan perluasan cakupan perjalanan itu, wisatawan diharapkan tinggal lebih lama sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan masyarakat di lebih banyak wilayah.