
Jin Jiang Siapkan Hotel Baru di Jakarta
12 menit yang lalu
Kunjungan wisman naik 5,01 persen, sementara pengeluaran rata-rata mencapai 1.374,48 dolar AS per kunjungan pada triwulan ketiga.
Terbit · 1 min read

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 12,01 juta sepanjang Januari-September 2026. Menurut laporan ANTARA, jumlah itu meningkat 5,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Pada September 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat 1,43 juta, turun 10,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya tetapi naik 2,31 persen dibandingkan September 2025. Dari jumlah itu, 1.282.308 kunjungan melalui pintu masuk utama dan 144.806 melalui pintu masuk perbatasan.
Wisatawan pemegang paspor Malaysia menjadi kelompok terbesar pada September dengan kontribusi 16,76 persen. Berikutnya, pemegang paspor Australia menyumbang 12,43 persen dan pemegang paspor Tiongkok 10,76 persen.
Secara tahunan, kunjungan pemegang paspor Australia dan Tiongkok meningkat, sedangkan kunjungan dari Malaysia menurun. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menjadi pintu masuk utama dengan kunjungan terbanyak, terutama dari pemegang paspor Australia.
BPS juga mencatat rata-rata pengeluaran wisman pada triwulan ketiga 2026 sebesar 1.374,48 dolar AS per kunjungan. Angka itu naik dari 1.285 dolar AS pada triwulan II 2026 dan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rata-rata lama tinggal wisatawan pada triwulan ketiga mencapai 11,01 malam, dibandingkan 10,30 malam pada triwulan sebelumnya. Pengeluaran terbesar dialokasikan untuk akomodasi, yakni 497,12 dolar AS per kunjungan.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman tercatat 271,33 dolar AS per kunjungan, sedangkan belanja dan cendera mata sebesar 148,93 dolar AS. Ateng mengatakan, “Ini potensi untuk anak-anak muda membuka usaha makanan dan minuman, karena pengeluaran wisman terbesar kedua untuk makanan dan minuman.”
Hampir seluruh jenis pengeluaran meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, kecuali sewa kendaraan serta kesehatan dan kecantikan. Pada triwulan ketiga, sebanyak 79 persen wisman datang untuk berlibur, 12,69 persen untuk alasan personal lainnya, dan 8,31 persen untuk bisnis; 60,95 persen memilih hotel berbintang sebagai akomodasi utama.