
Abdul El-Sayed Menangkan Kursi Senat Michigan
13 menit yang lalu
Jokowi menyebut mengajukan tiga proposal judul sebelum skripsinya diuji dan mendapat nilai A.
Terbit · 1 min read

Presiden ke-7 RI Joko Widodo menceritakan proses penyusunan skripsinya saat menjadi saksi dalam persidangan terkait tudingan ijazah palsu. Menurut laporan CNNIndonesia.com, ia menyebut mengajukan proposal judul skripsi hingga tiga kali kepada dosen pembimbing.
Dalam persidangan, Jokowi mengatakan dosen pembimbingnya adalah Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro. Ia menyebut skripsinya kemudian disetujui.
Jokowi menyebut skripsi itu diujikan pada 23 Oktober 1985. Pengujinya, menurut keterangannya, adalah Ir. Sofyan Warsito dan Ir. P. Burhanuddin.
“Saya dinyatakan lulus dengan nilai A, dan kemudian setelah sedikit revisi,” ucap Jokowi dalam sidang, seperti dikutip CNNIndonesia.com. Ia menyebut melakukan revisi setelah ujian akhir.
Jokowi juga menerangkan bahwa skripsi tersebut dicetak di Percetakan Perdana. Ia mengatakan sampul dan lembar pengesahan dicetak di sana, sedangkan halaman lainnya dibuat dengan ketik manual.
Dalam sidang yang sama, Jokowi membantah tudingan Roy Suryo dan pihak lain bahwa ijazahnya palsu karena penggunaan huruf Times New Roman pada 1985. Ia mengatakan ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana menggunakan huruf tersebut, bukan hanya skripsinya.