
Tim SAR Temukan Korban Tubrukan Kapal di Bintan
14 menit yang lalu
Pemerintah menargetkan perluasan alat diagnostik molekuler dan rontgen untuk meningkatkan skrining TBC.
Terbit · 1 min read

Indonesia menargetkan penyediaan 10.600 alat diagnostik molekuler untuk mendeteksi tuberkulosis (TBC) pada 2027. Menurut laporan ANTARA, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan target tersebut dalam forum The 40th Stop TB Partnership Board Meeting 2026 di Sunset Road, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (5/11/2026).
Budi mengatakan pemerintah telah memulai program skrining TBC baru pada 2026. Sekitar 4.000 alat diagnostik molekuler disiapkan hingga akhir tahun itu, sebelum jumlahnya ditingkatkan menjadi 10.600 unit.
Alat-alat tersebut direncanakan didistribusikan ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas. Menurut laporan yang sama, pengadaan itu ditujukan untuk memperluas akses pemeriksaan bagi penduduk di wilayah kepulauan Indonesia.
Pemerintah juga berupaya menurunkan biaya pemeriksaan molekuler. Dengan dukungan Global Fund, biaya per tes disebut telah turun menjadi 3,6 dolar AS, dan pemerintah berharap dapat menekannya hingga di bawah 3 dolar AS mulai 2027.
Selain alat diagnostik molekuler, pemerintah memasang 800 mesin rontgen portabel dan bergerak pada 2026. Pemerintah berencana menambah 4.000 unit pada tahun berikutnya.
Pada 2028, pemerintah menargetkan 10.000 puskesmas dilengkapi mesin rontgen dengan teknologi kecerdasan buatan. Budi mengatakan fasilitas itu akan mendukung skrining TBC di berbagai wilayah Indonesia.
Budi berharap penggunaan rontgen berbasis kecerdasan buatan bersama diagnostik molekuler dapat memperluas penemuan kasus. Ia menargetkan kapasitas skrining menjangkau sekitar 10 juta orang, atau sekitar 10 kali estimasi beban TBC Indonesia.
Menurut laporan yang sama, perluasan pemeriksaan di puskesmas diharapkan membantu menemukan pasien TBC aktif maupun orang yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Budi menyebut penemuan kasus lebih luas sebagai langkah untuk mempercepat akses pengobatan.