
Putin Bantah Rusia Dalangi Demo di Eropa
17 menit yang lalu
Marinir AS berusia 20 tahun didakwa merampok dan membunuh seorang wanita di Okinawa. Pemerintah Jepang memprotes Washington.
Terbit · 1 min read

Seorang anggota Marinir Amerika Serikat (AS) yang bertugas di Jepang, Devin Ballard (20), didakwa melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap seorang wanita di Prefektur Okinawa. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Anadolu Agency, dakwaan resmi itu dikenakan pada Minggu (25/10/2026).
Ballard bertugas di Pangkalan Udara Futenma. Ia didakwa menganiaya korban hingga tewas di sebuah hotel di Naha, ibu kota Prefektur Okinawa, pada 3 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan Kyodo News yang dirujuk Anadolu Agency, Ballard didakwa melilitkan kabel pengisi daya ponsel ke leher korban hingga tewas. Setelah itu, ia disebut mengambil barang berharga milik korban.
Polisi setempat menangkap Ballard pada 4 Oktober 2026. Ia ditemukan berjalan sendirian di area Kota Okinawa beberapa jam setelah kejadian.
Gubernur Okinawa Genta Koja mendesak pemerintah pusat di Tokyo segera mengambil langkah tegas. Tujuannya agar kejahatan yang melibatkan personel militer asing tidak terulang.
Pemerintah Jepang melayangkan protes keras kepada Washington. Perdana Menteri Sanae Takaichi mengecam tindakan anggota Marinir AS itu sebagai kejahatan yang sangat keji, sementara Tokyo meminta Pemerintah AS bersikap kooperatif penuh dalam proses hukum dan memperketat kedisiplinan prajuritnya.
Menurut laporan yang sama, peristiwa ini memicu kemarahan warga Okinawa. Warga setempat sejak lama memprotes keberadaan pangkalan militer AS di wilayah mereka akibat maraknya kasus kriminalitas, gangguan kebisingan, dan pencemaran lingkungan.
Menanggapi insiden tersebut, komando militer AS di Okinawa memberlakukan jam malam selama 30 hari sejak 9 Oktober 2026. Seluruh personel militer AS dilarang meninggalkan pangkalan antara pukul 00.00 hingga 05.00.
Pemerintah AS dan Jepang disebut telah memulai dialog intensif untuk meninjau efektivitas aturan perilaku prajurit di luar pangkalan. Kedua pihak juga merencanakan patroli gabungan antara polisi Jepang dan militer AS di Okinawa.