
Igor Tolic Puji Peran Bobotoh Saat Persib Menang
41 menit yang lalu
Presiden Rusia menilai tuduhan di balik demo Eropa tidak masuk akal dan hanya mengalihkan kesalahan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan bahwa Moskow memprovokasi gelombang unjuk rasa massal di berbagai kota besar Eropa. Putin menilai tuduhan itu sangat berlebihan dan merupakan upaya pemimpin Eropa melempar tanggung jawab atas gejolak di dalam negeri mereka.
Bantahan itu disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Rusia, VGTRK, yang disiarkan Minggu (25/10/2026). Putin mengaku heran karena para pejabat Eropa awalnya menuding Amerika Serikat sebagai dalang demonstrasi, sebelum mengalihkan tuduhan ke Rusia.
Seperti dilansir Saudi Gazette, Putin mengatakan klaim awal yang dilontarkan menyebut peristiwa di Eropa sebagai hasil aktivitas pemerintahan Amerika saat ini dan dukungannya terhadap partai serta gerakan sayap kanan.
Putin menyebut kritik awal Eropa terhadap Washington sebagai hal yang aneh dan sangat tidak terduga, karena ditujukan kepada sekutu militer utama mereka sendiri. Menurut dia, para pejabat Eropa dengan cepat menyadari hal itu dan kembali pada tuduhan tradisional terhadap Federasi Rusia.
Putin menegaskan bahwa tuduhan Rusia mengorkestrasi demonstrasi massal di Eropa tidak masuk akal dan tidak memiliki kredibilitas. Ia menuduh para pemimpin Eropa enggan mengevaluasi akar penyebab ketidakpuasan publik dan memilih mencari pihak luar untuk disalahkan atas kelemahan kepemimpinan mereka sendiri.
Putin menyebut sikap tersebut buruk karena berarti para pemimpin Eropa tidak menganalisis peristiwa dan tidak mencari penyebabnya. Menurut dia, mereka hanya mengalihkan kesalahan kepada pihak lain, pertama kepada Amerika Serikat dan kini kepada Rusia.
Menurut laporan yang sama, pernyataan Putin muncul di tengah gelombang unjuk rasa yang dipelopori mahasiswa di Prancis. Ketegangan sosial juga meluas di sejumlah negara Eropa selama beberapa pekan terakhir.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot dalam konferensi OECD pada 21 Oktober 2026 menuduh para pengunjuk rasa terpengaruh narasi bermusuhan yang berasal dari Rusia, China, Iran, hingga gerakan MAGA di Amerika Serikat.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya menepis tuduhan tersebut pada 19 Oktober 2026 dan menyebutnya absurd. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai gejolak unjuk rasa di Eropa dipicu oleh gelombang migrasi massal.