
Reza Pahlavi Terima Penghargaan di Frankfurt
2 jam yang lalu
Pengalihan penerbangan ke Manchester diperkirakan menimbulkan biaya hingga Rp486 juta bagi TUI Airways.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com yang mengutip Manchester Evening News, seorang penumpang bernama Sarah Parker mengakui bersalah atas tiga pelanggaran setelah penerbangan TUI Airways dialihkan ke Bandara Manchester. Ia dijadwalkan menjalani sidang pembacaan hukuman pada 1 Desember 2026.
Insiden itu terjadi pada 24 Juli 2025 dalam penerbangan dari Birmingham menuju Florida, Amerika Serikat. Pesawat dialihkan ke Bandara Manchester setelah perilaku Parker di dalam kabin.
Menurut laporan yang sama, Parker diduga berada dalam kondisi mabuk. Saat pesawat lepas landas, ia meninggalkan kursinya untuk menuju toilet meskipun pilot telah meminta penumpang tetap duduk.
Parker kemudian menurunkan celana pendek dan pakaian dalamnya di lorong pesawat, di hadapan penumpang lain. Laporan tersebut menyebut tindakannya membuat penerbangan dialihkan.
Pengalihan rute itu diperkirakan menimbulkan biaya hingga 20 ribu pound sterling, atau sekitar Rp486 juta, bagi TUI Airways. Laporan itu tidak merinci komponen biaya tersebut.
Parker mengakui bersalah atas tiga pelanggaran: melakukan tindakan tidak senonoh di depan umum, berada dalam kondisi mabuk di pesawat, dan tidak mematuhi instruksi pilot.
Kasusnya semula disidangkan di pengadilan magistrat Manchester. Pengadilan menilai kewenangannya untuk menjatuhkan hukuman tidak mencukupi, sehingga perkara dilimpahkan ke Pengadilan Crown.
Parker dijadwalkan menjalani sidang pembacaan hukuman di Manchester Minshull Street Crown Court pada 1 Desember 2026. Besaran hukuman belum diumumkan, dan ia menghadapi kemungkinan hukuman penjara.