
Veda Ega Lolos Langsung ke Q2 Moto3 Malaysia
16 menit yang lalu
ANTARA menyebut gambar ijazah SMA yang dikaitkan dengan Gibran tidak berdasar dan terindikasi manipulasi digital.
Terbit · 1 min read

ANTARA menyatakan klaim bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan ijazah SMA dari SMA Negeri 4 Surakarta di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak berdasar. Menurut laporan ANTARA, gambar yang beredar memuat sejumlah ketidaksesuaian dan terindikasi sebagai hasil manipulasi digital.
Klaim itu muncul dalam unggahan Facebook yang menampilkan sosok menyerupai Gibran memegang dokumen di latar bertuliskan “Mahkamah Konstitusi”. Dokumen tersebut mencantumkan nama Gibran, tahun pelajaran 2007/2008, tanggal 15 Juni 2008, serta Orchid Park Secondary School di Singapura sebagai sekolah asal.
Pemeriksaan menggunakan perangkat pendeteksi kecerdasan buatan DeepAI menunjukkan probabilitas 97 persen bahwa gambar tersebut dibuat dengan kecerdasan buatan, menurut laporan ANTARA. Dokumen pada gambar juga mencantumkan SMA Negeri 4 Surakarta dan Orchid Park Secondary School sekaligus, serta memuat kesalahan pengetikan.
ANTARA mengutip putusan MK perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang dibacakan pada Selasa (6/10/2026). Dalam putusan itu, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan Gibran dengan jenjang SMA atau sederajat.
Putusan tersebut juga menyatakan sertifikat kehadiran tidak dapat dijadikan bukti kelulusan. Riwayat pendidikan yang diuraikan dalam salinan putusan mencakup SLTP Negeri 1 Surakarta, Orchid Park Secondary School di Singapura, dan UTS Insearch di Australia; dokumen itu tidak menyebut SMA Negeri 4 Surakarta.
Salinan putusan tersebut menjelaskan bahwa Gibran mengajukan permohonan penyetaraan pendidikan melalui layanan daring Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada 6 Agustus 2019. ANTARA tidak menyebut adanya bukti bahwa Gibran menunjukkan ijazah SMA yang diklaim dalam persidangan MK.
ANTARA juga melaporkan Gibran pernah menunjukkan ijazah dari University of Bradford kepada awak media di Balai Kota Solo, Surakarta, pada Senin (20/11/2023). Dokumen yang diperlihatkan saat itu merupakan ijazah program sarjana, bukan ijazah SMA.