
Kemendikdasmen Siapkan Pekan Guru Fest
9 menit yang lalu
Aplikasi ini mengintegrasikan informasi operasional untuk membantu koordinasi kedaruratan dan pelayanan publik.
Terbit · 1 min read

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta mengembangkan JAK-Respond untuk mengintegrasikan informasi operasional dan mempercepat koordinasi penanganan kedaruratan serta pelayanan publik. Menurut laporan ANTARA, Kepala UP Pengelola Jaringan Sistem Elektronik Diskominfotik DKI Jakarta Aditia Prana Kusuma menyampaikan informasi tersebut dalam keterangan resmi di Jakarta pada Sabtu (31/10/2026).
Sebelum aplikasi itu dikembangkan, informasi seperti lokasi petugas, tayangan kamera pengawas, dan kondisi lalu lintas tersedia melalui aplikasi yang terpisah. Operator harus mengakses beberapa sistem untuk memperoleh gambaran situasi lapangan.
Aditia mengatakan JAK-Respond menyatukan informasi itu dalam satu dasbor agar pencarian, pemantauan, dan penyampaian informasi lebih sederhana dan cepat. Operator pusat komando juga dapat mengetahui kondisi lokasi kejadian serta memantau keberadaan petugas di sekitarnya.
Aplikasi tersebut dilengkapi peta digital berbasis sistem informasi geografis, pemantauan lokasi petugas melalui GPS HT TETRA, tayangan kamera pengawas, informasi lalu lintas, dan informasi cuaca.
Pengembangannya dilakukan bersama sejumlah perangkat daerah, terutama Dinas Perhubungan serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta. Menurut laporan yang sama, kolaborasi mencakup koordinasi kebutuhan sistem, pengembangan aplikasi, uji coba, dan sosialisasi kepada pengguna.
ANTARA melaporkan bahwa hasil pengujian menunjukkan JAK-Respond mempercepat perolehan informasi operasional dibandingkan penggunaan aplikasi terpisah. Aditia mengatakan integrasi informasi dalam satu dasbor dapat meningkatkan efisiensi kerja operator dan mendukung koordinasi petugas di lapangan.
Pengembangan aplikasi ini menjadi bagian dari transformasi digital Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Aditia menyebut pengembangan selanjutnya diarahkan pada perluasan penggunaan oleh perangkat daerah terkait, penyempurnaan fitur sesuai kebutuhan pengguna, dan penguatan integrasi informasi operasional.