
GMIM Efrata Kolongan Tetempangan Tetapkan Pelsus
14 menit yang lalu
Pemerintah AS mulai menarik diplomat dan keluarga dari Timur Tengah di tengah peringatan intelijen soal ancaman Iran.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan iNews.id, Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai menarik diplomat beserta anggota keluarga mereka dari sejumlah negara di Timur Tengah. Langkah itu diambil di tengah meningkatnya ancaman serangan yang dikaitkan dengan Iran dan kelompok Houthi Yaman.
Menurut laporan yang sama, penarikan tersebut dilakukan saat intelijen AS memperingatkan potensi serangan mematikan terhadap personel militer dan warga Amerika di luar negeri.
Departemen Luar Negeri AS pada 21 Oktober 2026 memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat beserta anggota keluarga mereka meninggalkan kantor misi diplomatik di Arab Saudi.
Washington juga disebut berencana menarik anggota keluarga diplomat dari sejumlah misi diplomatik lain di kawasan Timur Tengah.
Direktur Intelijen Nasional AS Jay Clayton mengungkapkan adanya peningkatan upaya Iran untuk menargetkan personel AS. Hal itu ia sampaikan dalam memo kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio tertanggal 23 Oktober.
Dalam memo itu, Clayton menyatakan pihaknya memperoleh informasi intelijen melalui berbagai saluran bahwa Iran telah meningkatkan upayanya secara substansial untuk menargetkan personel AS.
Clayton juga menyebut upaya serangan mematikan oleh Iran terhadap warga AS telah mencapai tahap lanjut, baik di Timur Tengah maupun di beberapa negara lain. Isi memo tersebut dikutip kantor berita Reuters pada Senin (26/10/2026), sebagaimana dilaporkan iNews.id.