
OJK Sebut IHSG Menguat 4,9 Persen Usai Tekanan MSCI
14 menit yang lalu
Lula meraih 51,75 persen suara dan mengamankan masa jabatan keempat sebagai presiden Brasil.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memenangi pemilihan presiden pada Minggu (25/10/2026) waktu setempat. Ia mengalahkan senator sayap kanan Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro.
Berdasarkan hasil resmi yang dilansir AFP, Lula memperoleh 51,75 persen suara, sedangkan Flavio meraih 48,25 persen. Menurut laporan CNBC Indonesia yang sama, Flavio sebelumnya unggul pada putaran pertama dan memasuki hari pemungutan suara dengan percaya diri karena unggul dalam sejumlah jajak pendapat.
Kemenangan ini mengamankan masa jabatan keempat bagi Lula, yang akan berusia 81 tahun pada Selasa (27/10/2026), di negara dengan perekonomian terbesar di Amerika Latin. Hasil tersebut juga melampaui berbagai prediksi dan menahan pergeseran politik ke kanan di Argentina, Chile, Kolombia, dan Peru, yang turut didukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Jalan menuju kemenangan itu diwarnai kontroversi dan saling serang antarkandidat. Mahkamah Agung Brasil pada menit-menit terakhir memutuskan memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam. Lula meminta perpanjangan dengan alasan sejumlah bus di berbagai kota tidak beroperasi, sedangkan Flavio juga meminta tambahan waktu di beberapa wilayah akibat hujan deras, tetapi timnya mengecam perpanjangan secara nasional.
"Entah kita menang. Atau kita menang. Anggap diri kalian sudah diperingatkan," tulis anggota parlemen pendukung Bolsonaro, Nikolas Ferreira, di platform X ketika hasil penghitungan suara mulai diumumkan. Persaingan sengit ini kembali memperlihatkan dalamnya perpecahan politik di Brasil, negara berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa.
Kubu kiri kemudian menggelar demonstrasi besar-besaran dengan slogan "Jangan Pernah Lagi Bolsonaro". Para pendukung Lula mengingatkan publik pada penanganan pandemi Covid-19 yang dinilai kacau, kerusakan hutan hujan Amazon, dan pemangkasan program publik di bawah Jair Bolsonaro. Lula juga rutin membuat video swafoto dan membeli telepon seluler pertamanya, sementara pendukungnya membujuk keluarga, teman, dan tetangga agar menggunakan hak suara.
Lula tumbuh dalam kemiskinan ekstrem di timur laut Brasil dari keluarga petani yang tidak bisa membaca dan menulis. Ia dikenal luas melalui program kesejahteraan sosial yang membantu jutaan warga keluar dari kemiskinan. Lula kembali menduduki kursi presiden pada pemilu 2022 setelah tersandung skandal korupsi yang membuatnya mendekam di penjara lebih dari 18 bulan, sebelum dakwaan terhadapnya dibatalkan atas dasar prosedural.
Menurut laporan yang sama, Lula kini menghadapi masyarakat yang terbelah, Kongres yang didominasi sayap kanan, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan memburuknya keamanan. Selama masa jabatan ketiga ia menekan inflasi dan pengangguran, tetapi sebagian pemilih masih mengeluhkan biaya hidup dan rasa tidak aman.
Dalam kampanye, Lula mengangkat isu kedaulatan nasional di tengah tekanan perdagangan dan diplomatik dari pemerintahan Trump. Para pemilih harus "memilih negara yang benderanya dihormati," kata Lula, yang juga menuduh rivalnya ingin memerintah dengan bendera Amerika.
Bila menuntaskan masa jabatan baru hingga 2030 saat berusia 85 tahun, Lula akan memimpin Brasil selama total 16 tahun, setelah sebelumnya menjabat presiden pada periode 2003-2010.