
10 Kuliner Legendaris di Pasar Baru
16 menit yang lalu
Badai Austen memadamkan listrik lebih dari 10.000 rumah dan mengganggu transportasi di Inggris dan Wales.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip BBC pada Sabtu (24/10/2026), lebih dari 10.000 rumah di wilayah selatan Inggris dan Wales mengalami pemadaman listrik akibat Badai Austen. Cuaca ekstrem itu diperkirakan masih berlanjut hingga akhir pekan.
Badai pertama pada musim ini tersebut membawa angin hingga 84 mil per jam (135 km/jam) ke wilayah Jersey. Kepala Jersey Met, Paul Aked, mencatat angin di Guernsey mencapai 76 mil per jam (122 km/jam).
Di wilayah selatan Inggris, pohon-pohon tumbang memblokir jalur kereta api dan jalan raya, sementara layanan feri antara Inggris dan Prancis dibatalkan. National Rail memperingatkan bahwa banyak rute kereta beroperasi jauh lebih lambat demi alasan keselamatan. Di Horsham, sebuah mobil rusak parah tertimpa pohon tumbang, tetapi pengemudinya dilaporkan selamat tanpa luka.
Gelombang laut juga merusak sebagian West Pier di Brighton, yang pertama kali dibuka pada 1866 dan ditutup untuk publik sejak 1975. Reruntuhan struktur bersejarah itu ambruk dan tersapu ke laut. Stephen Royle, warga yang tinggal tepat di seberang bangunan tersebut, mengaku terkejut melihat banyaknya bagian dermaga yang hancur dan menyebut ombak yang masuk sangat besar.
Menjelang puncak badai, beberapa keluarga dievakuasi dari sebuah taman liburan di Perranporth, Cornwall. Hannah Dawson-Turk, yang berada di kamar hotel dekat lokasi, mengatakan karavannya pada malam sebelumnya terasa seperti akan terkoyak. Ia menambahkan, badai di luar sangat bising dan ombak tampak sangat besar dari jendela kamarnya.
CNBC Indonesia, mengutip unggahan Instagram Elemer Aviation, menyebut pesawat A380 milik Singapore Airlines kesulitan mendarat di Bandara Heathrow, London, akibat cuaca tersebut. Dalam video yang beredar di media sosial, pesawat itu terlihat oleng diterpa angin sebelum akhirnya mendarat.
Pihak National Grid mengeklaim teknisinya telah memulihkan pasokan listrik ke lebih dari 60.000 properti sejak badai bergulir. Seluruh sekolah di Jersey dan Guernsey serta beberapa sekolah di Cornwall ditutup. Kelangkaan makanan segar di Kepulauan Channel diprediksi terjadi dalam beberapa hari karena layanan feri logistik operator Co-op terhenti. Bandara Jersey menangguhkan penerbangan setidaknya hingga pukul 17:00, dan papan keberangkatan di Bandara Exeter menunjukkan banyak pembatalan.
Menurut laporan yang sama, Inggris akan kembali diterpa angin kencang dan hujan lebat dari badai susulan, Badai Boelo. Met Office menetapkan peringatan angin kuning tua (amber) pada Sabtu (24/10/2026) pukul 21:00 BST hingga Minggu (25/10/2026) pukul 21:00 BST untuk sebagian besar Skotlandia, kecuali Northern Isles, serta Inggris utara dan ujung utara Irlandia Utara. Kecepatan angin diperkirakan 60-70 mil per jam dan bisa mencapai 80 mil per jam di pesisir terbuka. Peringatan kuning juga berlaku untuk Orkney, sisa wilayah Irlandia Utara, dan Inggris utara, dengan angin 55-75 mil per jam serta risiko banjir lokal akibat hujan lebat.
Di tengah badai, pemerintah Inggris merilis anjuran umum agar setiap rumah tangga menyiapkan makanan kaleng dan air minum kemasan untuk kebutuhan tiga hari. Persiapan itu dimaksudkan menghadapi krisis seperti perang, serangan siber, atau bencana alam. Menurut laporan tersebut, anjuran ini menyusul peringatan National Audit Office bulan lalu tentang kerentanan rantai pasok pangan Inggris terhadap krisis iklim, dengan DEFRA dinilai belum berbuat cukup untuk membangun ketahanan pangan domestik.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.