
UPI Menang 38-0 atas ITB di Futsal Putri
23 menit yang lalu
Penghargaan JCI itu menjadi dorongan bagi Billy untuk melanjutkan pengabdian melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Terbit · 2 min read

Dosen dan peneliti kebijakan ekonomi di Pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Negeri Batam, Billy Mambrasar menerima Penghargaan The Outstanding Young Persons (TOYP) Indonesia 2026 dari Junior Chamber International (JCI). Menurut laporan ANTARA, Billy menyebut penghargaan itu sebagai dorongan untuk melanjutkan pengabdian melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Keterangan mengenai penghargaan tersebut diterima di Jayapura, Papua, pada Sabtu (31/10/2026). Billy terpilih sebagai satu dari 10 penerima penghargaan nasional dalam kategori peningkatan diri dan/atau pencapaian.
Billy mengatakan keberhasilan pribadi perlu diikuti upaya membuka kesempatan bagi orang lain. Ia memandang keberhasilan antara lain dari semakin banyak anak yang dapat melanjutkan pendidikan dan keluarga yang memiliki penghidupan lebih baik.
Billy menyampaikan bahwa penghargaan itu dipersembahkan untuk anak-anak Papua dan anak-anak Indonesia yang berjuang dalam keterbatasan. Ia berharap mereka tidak menganggap tempat lahir dan keadaan ekonomi keluarga sebagai batas untuk belajar, berkarya, dan mengabdi.
TOYP merupakan program JCI untuk mengapresiasi kaum muda yang dinilai memiliki pencapaian dan kontribusi bagi masyarakat. Menurut laporan yang sama, penghargaan Indonesia tersebut merupakan pengakuan nasional dalam jejaring program JCI.
Penerima lainnya antara lain Ferry Irwandi, Jerhemi Owen, Carina Joe, dan Johan Nurlela. Laporan ANTARA menyebut sejumlah penerima penghargaan kaum muda JCI dan Jaycees di berbagai negara kemudian dikenal sebagai tokoh dunia.
Billy berasal dari Kepulauan Yapen, Papua, dan menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung, University of London, Australian National University, serta Harvard University. Ia mendirikan Kitong Bisa Foundation Indonesia, yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, terutama masyarakat adat Papua.
Profil Billy yang dipublikasikan Obama Foundation mencatat yayasan tersebut telah membantu membuka akses pendidikan bagi lebih dari 50.000 pelajar masyarakat adat dan mendukung lebih dari 1.000 wirausaha melalui bantuan permodalan. Billy juga mendirikan CONTAINDER, usaha sosial yang berfokus pada persoalan sampah, dan terpilih mengikuti program Obama Foundation Leaders Asia-Pacific 2025–2026. Ia pernah menjadi Staf Khusus Presiden Republik Indonesia pada 2019–2024 dan saat ini mengajar serta meneliti kebijakan ekonomi di Politeknik Negeri Batam.