
Bagas Maulana Menikah dengan Aurum Oktavia Winata
17 menit yang lalu
Program mencakup peremajaan dan perluasan kebun tebu rakyat, dengan bantuan bagi kelompok tani.
Terbit · 2 min read

Kementerian Pertanian mengalokasikan program peremajaan dan perluasan tanaman tebu rakyat seluas 1.463 hektare di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Menurut laporan ANTARA, program itu ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan memperkuat pasokan bahan baku industri gula.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Syahrul Ramadhan mengatakan program tersebut terdiri atas peremajaan atau bongkar ratoon seluas 700 hektare dan perluasan areal tanam 763 hektare. Program dijalankan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Syahrul mengatakan pemerintah daerah memfasilitasi petani dan kelompok tani untuk memenuhi persyaratan kementerian. Pendampingan mencakup kelengkapan administrasi dan pembukaan rekening kelompok sebelum bantuan disalurkan.
Dukungan pemerintah mencakup benih tebu, pupuk nonsubsidi, serta bantuan biaya tenaga kerja berdasarkan perhitungan Hari Orang Kerja. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Assyadat mengatakan peremajaan menyasar 25 kelompok tani di Desa Sorinomo, Nangakara, dan Beringin Jaya, Kecamatan Pekat.
Peremajaan dilakukan dengan mengganti tanaman tebu yang produktivitasnya menurun menggunakan benih baru, dengan harapan hasil panen musim berikutnya meningkat. Perluasan seluas 763 hektare menyasar 22 kelompok tani, yakni 18 kelompok di Kecamatan Pekat dan empat kelompok di Kecamatan Woja.
Di Kecamatan Pekat, perluasan mencakup Desa Nangakara, Doropeti, Soritatanga, Karombo, Kadindi Barat, dan Sorinomo. Di Kecamatan Woja, perluasan tersebut mencakup lahan seluas 200 hektare di Desa Riwo.
Assyadat mengatakan penanaman masih menunggu kelengkapan dokumen calon penerima bantuan dan kondisi cuaca yang mendukung, terutama ketersediaan air hujan. Pengembangan tebu rakyat di Dompu juga didukung kenaikan harga pembelian tebu dari Rp400 ribu menjadi Rp550 ribu per ton pada musim giling 2026, atau meningkat 37,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Camat Pekat Dermawansyah mengatakan kenaikan harga tersebut mendorong minat masyarakat mengembangkan kebun tebu. Ia menyebut petani memiliki akses pasar melalui kemitraan dengan pabrik gula PT Sukses Mantap Sejahtera di Desa Doropeti. Sebagian besar tebu yang digiling perusahaan itu berasal dari perkebunan rakyat.
Serapan tebu petani pada musim giling tahun ini juga disebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dermawansyah mengatakan musim giling perusahaan tersebut berakhir pada 20 Oktober 2026, sementara pemerintah kecamatan berharap program peremajaan dan perluasan dapat menambah produksi serta menjaga pasokan bahan baku industri gula di Dompu.
Syahrul Ramadhan menyampaikan keterangan saat dihubungi dari Dompu.