
Justin Hubner Masuk Dreamteam Eredivisie
16 menit yang lalu
Manajemen memberi Carrick kesempatan tambahan setelah pertemuan mengenai performa buruk Manchester United.
Terbit · 1 min read

Michael Carrick tetap menjadi manajer Manchester United dan dijadwalkan memimpin tim saat bertandang ke markas Chelsea. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip The Telegraph, keputusan itu diambil setelah Carrick bertemu CEO Omar Berrada dan Direktur Teknik Jason Wilcox.
Pertandingan melawan Chelsea dijadwalkan berlangsung Sabtu (31/10/2026). Pertemuan Carrick dengan jajaran manajemen disebut berlangsung pada awal pekan itu.
Manajemen klub disebut sepakat memberi Carrick waktu tambahan untuk memperbaiki performa tim. Laporan tersebut menyebut Manchester United berada di papan bawah Liga Primer dengan tujuh poin dari delapan pertandingan.
Tekanan terhadap Carrick meningkat setelah Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Kekalahan itu memperpanjang catatan tim menjadi dua kemenangan dalam 12 pertandingan, menurut laporan CNN Indonesia.
Sebelum pertandingan melawan Bournemouth, Manchester United juga kalah 1-4 dari Como 1907 di Liga Champions. Situasi internal tim disebut memanas di tengah perbedaan pandangan antara pelatih, manajemen, dan pemain.
Kapten tim Bruno Fernandes mengkritik taktik Carrick, sedangkan Lisandro Martinez menyampaikan kritik yang diarahkan kepada jajaran manajemen. Carrick kemudian mencadangkan Fernandes saat Manchester United menjamu Bournemouth, langkah yang memicu beragam reaksi dari pendukung klub.
Carrick tetap memimpin latihan tim utama meski menghadapi isu pemecatan. Menurut laporan Metro yang dikutip CNN Indonesia, ia menjelaskan bahwa lambaian tangan kepada suporter setelah pertandingan terakhir bukan tanda perpisahan dan ia merasakan emosi campur aduk melihat para pemain melalui masa sulit.
Sejumlah laporan media Inggris, menurut CNN Indonesia, menyebut manajemen Manchester United juga memantau Eddie Howe dan Julian Nagelsmann sebagai calon pengganti.